Nasib tak Jelas, Pegawai K2 Eks Kehutanan Merana 

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan pegawai honor Kategori Dua (K2) eks Dinas Kehutanan Kota Bima kini merana. Pasalnya, nasib mereka makin tak jelas setelah terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pegawai K2 eks Dinas Kehutanan Kota Bima saat mendatangi kantor BKPSDM. Foto: Bin

Hendak memperjelas nasib, puluhan pegawai tersebut mendatangi kantor BKPSDM Kota Bima, Senin (3/4). Karena sudah 6 bulan mereka tidak tahu ingin berkantor kemana. Sementara Kehutanan sudah diambil alih pemerintah provinsi.

M. Suryadin, salah satu pegawai K2 eks Dinas Kehutanan Kota Bima mengatakan, nasib mereka sebanyak 107 orang tidak  jelas. Setelah adanya OPD baru, bingung ingin bekerja dimana. Sementara kantor sudah tidak berpenghuni.

“Kami ini bingung, sudah beberapa orang terkait kami datangi, minta kejelasan, termasuk bertemu Wakil Walikota Bima. Namun belum ada kejelasan yang berarti,” ujarnya di depan kantor BKPSDM Kota Bima.

Ia mengungkapkan,  dari Wakil Walikota Bima didapati hanya janji untuk dibicarakan dan diselesaikan dengan cara disebar ke beberapa SKPD. Namun hingga saat ini tak ada kabar berita.

“Beberapa bulan lalu kami ketemu Wakil Walikota Bima. Hanya janji yang bisa disampaikan, sementara hasilnya belum ada,” sorotnya.

Suryadin menyebutkan, dari jumlah K2 di Dinas Kehutanan sebanyak 107 orang, yang dikontrak dan menerima gaji dari APBD Kota Bima sebanyak 44 orang. Selebihnya hanya menerima honor dari dinas terkait.

Saat ini sambungnya, mereka ingin ketemu kepala BKD, guna klarifikasi sudah sejauh mana upaya yang sudah dilakukan soal nasib mereka. Karena hingga saat ini masih terkatung-katung.

Suryadin menambahkan, nasib yang tidak jelas juga berdampak pada honor mereka yang tidak jelas. Karena. Hingga bulan April ini, mereka belum menerima honor. Sementara kebutuhan hidup harus dicukupi.

“Keinginan kita, ya kita diurus lah. Selama 6 bulan ini kami bingung ingin mengadu kemana lagi,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *