Warga Tuntut BWS Bertanggungjawab

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menuntut pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan jembatan di jalan Talabiu-Dore yang dinilai tidak sesuai prosedur, sehingga mengakibatkan banjir. Warga menggelar aksi demonstrasi di cabang Desa Talabiu, (3/4).

Kadis PU Kabupaten Bima H. Nggempo saat menjawab aspirasi massa aksi. Foto: Firman

Warga menuntut kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB bertanggungjawab. Karena pekerjaan yang dinilai tidak sesuai Amdal itu yang menyebabkan banjir menerjang sejumlah wilayah di sekitar itu. Warga juga menyorot masalah bantuan banjir yang tak kunjung diberikan pada korban banjir.

Koordinator aksi Rafik menyorot, proyek normalisasi sungai dan jembatan di Desa Talabiu dinilai tidak memiliki Amdal. Sehingga proyek tersebut dituding sebanayi penyebab banjir. Untuk itu, warga meminta pertanggungjawaban BWS.

“BWS harus bertanggungjawab. Gara – gara proyek itu kami terdampak banjir,” tudingnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Bima segera melakukan pendataan terhadap kerugian masyarakat akibat banjir. Pihaknya bahkan mengancam untuk memberhentikan pembangunan jembatan dan normalisasi sungai, jika tuntutan tidak digubris.

Sementara itu, Kepala Dinas PU H. Nggempo mengapresiasi tuntutan warga. Pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Karena proyek tersebut bukan tanggungjawab pemerintah daerah.

“Kami di tingkat daerah hanya bersifat koordinasi. Pemerintah pusat dan provinsi yang memilki kewenangan,” ungkapnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *