Perut Digerogoti Tumor, Nurbaya Bertahan Tanpa Perawatan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Nurbaya, perempuan berusia 41 tahun asal RT 12 RW 07 Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima setahun terakhir hanya bisa bertahan hidup di rumahnya tanpa perawatan medis.

Kondisi Ibu Nurbaya. Foto: Istimewa

Perempuan dari keluarga miskin ini menderita penyakit tumor yang menggerogoti bagian perutnya. Menurut pihak keluarga, awal mula munculnya tumor pada perut Nurbaya sekitar setahun lalu pasca menjalani operasi melahirkan.

Pembekakan kecil awalnya hanya dibiarkan begitu saja karena dianggap sakit biasa. Tak disangka, lama-kelamaan terus membengkak hingga seperti sekarang layaknya perempuan hamil 9 bulan.

Lantaran tak punya biaya berobat, Nurbaya hanya dirawat di rumah dengan mengonsumsi obat seadanya didampingi upaya penyembuhan obat tradisional. Namun tak membuahkan hasil. Jalan satu-satunya, Nurbaya harus dioperasi.

“Itulah kendala yang dialami Ibu Nurbaya sekarang. Beliau dari keluarga miskin, tidak ada jaminan kesehatan dan tidak punya biaya untuk operasi,” kata Marjuli, pihak keluarga Nurbaya.

Apa yang dialami Nurbaya, mengingatkan kita persis seperti nasib Almarhumah Mursina. Perempuan asal Kecamatan Parado beberapa waktu lalu yang juga menderita tumor di bagian perut.

Mursina menghembuskan napas terakhir saat dalam perawatan karena terlambat ditangani. Kondisi Nurbaya saat ini juga tak jauh berbeda, perutnya terlihat makin membengkak karena diindikasi terjadi penumpukan cairan bernanah.

Pihak keluarga tentu tak ingin derita Mursina dialami Nurbaya. Luput dari perhatian pemerintah, kemudian setelah betul-betul memburuk baru tertangani.

Karenanya, tanpa menunggu inisiatif pemerintah, beberapa pemuda dan mahasiswa yang peduli bergerak demi membantu Nurbaya. Menggalang dana dari jalan ke jalan mengumpulkan recehan dari belas kasih pengguna jalan dan dermawan yang kebetulan melintas.

“Kita berinisiatif menggalang dana untuk membantu biaya operasi Ibu Nurbaya. Secara langsung di jalanan, melalui media sosial dan media apapun yang kami bisa lakukan,” kata Marjuli yang juga Koordinator Penggalangan Dana.

Sampai saat ini diakuinya, dana yang terkumpul belum seberapa dan tidak cukup untuk biaya operasi. Untuk itu, penggalangan dana akan terus dilakukan sampai Nurbaya bisa dioperasi.

Marjuli juga mengajak semua pihak yang empati dan ingin bersedekah berapapun untuk meringankan biaya berobat Nurbaya, bisa menyalurkan bantuan melalui Rekening BRI : 4710-01-019275-53-0 atas nama Marjuli.

Konfirmasi pengiriman ke kontak handphone 085238919273 atau bisa juga melalui media sosial Faceboo ke akun  Marjuli Pmii.

“Kami sangat mengharapkan uluran tangan pada dermawan dimana pun berada untuk meringankan beban ibuNurbaya di Desa Rai Oi Kecamatan Sape. Semoga Amal ibadah saudara-saudari di balas oleh Allah SWT,” tandas Marjuli.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *