Kebakaran Hokky Mart Belum Dijinakkan

Kota Bima, Kahaba.- Api yang melalap pusat perbelanjaan Hokky Mart Bima di jalan Sulawesi no 3 hingga pukul 23.10 wita (19/9) belum sepenuhnya dijinakkan. Empat armada pemadam dikerahkan namun api masih terlihat membesar di lantai tiga.

Api yang melalap Hokky Mart belum dijinakkan/Foto: Arief

Berdasarkan pantauan mata Kahaba di lokasi kejadian, petugas masih berupaya memadamkan api. Beberapa ledakan terdengar dari lantai dua yang diduga menjadi tempat penyimpanan tabung LPG milik mini market tersebut. Upaya pemadaman difokuskan pada bagian depan dan belakang TKP untuk melokalisir api agar tidak merembet ke gedung-gedung pertokoan lain di sebelahnya.

Empat unit mobil pemadam kebakaran bergantian mendekati ruko berlantai tiga yang menjadi pusat api. Selain petugas Pemadam Kebakaran Kota Bima, sejumlah petugas pengamanan BNI dan masyarakat turut berjibaku  membantu pemadaman melalui dua buah fire hydrant dan perangkat pemadam kebakaran milik Bank BNI yang berada tepat di belakang Hokky Mart.

Sementara itu ratusan orang memenuhi jalan di sekitar lokasi untuk menonton kebakaran. Kendaraan pemadam kebakaran yang hilir mudik untuk mengisi ulang air pun sedikit terhambat oleh kerumunan masyarakat tersebut.


Video kebakaran Hokky Mart Kota Bima / Sumber: Cen

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, kebakaran hebat di komplek pertokoan ini diperkirakan terlihat sejak pukul 22.00 wita. Syam (35), Satpam BNI yang ditemui Kahaba di lokasi kejadian mengaku awalnya mendengar suara ledakan dari arah Hokky Mart. Petugas pemadam yang dilaporkan mengenai kejadian itu datang tak lama setelah kebakaran berlangsung.

Diduga, pada saat kejadian Hokky Mart dalam keadaan terkunci tanpa ada satu orangpun dilaporkan berada dalam gedung yang terbakar itu. [BQ]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *