HMI Tolak Permintaan Maaf dan Tawaran Pemkot Bima

Kota Bima, Kahaba.- Panasnya aksi demonstrasi ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bima, di depan kantor Walikota Bima, Senin (2/4) mendapat reaksi pejabat teras Pemkot Bima dan menawarkan beberapa bentuk penyelesaian masalah. Walikota Bima H. Qurais H. Abidin melalui H. Abubakar Ma’alu menawarkan ganti rugi seluruh kerusakan inventaris sekretariat HMI.

Aksi demonstrasi Kader HMI Cabang Bima merespon penyerangan sekretariat mereka

“Kami menawarkan ganti rugi atas kerugian materil yang dialami HMI cabang Bima, dan sekaligus meminta maaf atas insiden yang terjadi,” ungkap pejabat senior yang biasa di sapa H. Beko ini.

Selain tawaran ganti rugi, Pemkot Bima juga bersikap mendukung sepenuhnya tuntutan massa aksi agar pihak kepolisian secepatnya menangkap para pelaku pengerusakan beserta otak pelaku. Walikota pun berjanji akan berdialog dengan seluruh kader HMI apabila situasi dirasa kondusif.

“Sementara mengenai permintaan pencopotan Wakil Walikota (Wawali) H. A. Rahman H. Abidin, SE yang dituding otak pelaku pengerusakan, Walikota belum bisa menentukan sikap, karena ini semua masih dalam kerangka dugaan,” ujar lelaki paruh baya yang juga Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam. Namun opsi tersebut dengan tegas ditolak mentah-mentah peserta aksi.

Ketua HMI cabang Bima, Mansyur secara tegas mengatakan opsi ganti rugi dari pemerintah terhadap aksi  pengerusakan kantor sekretariat HMI cabang Bima oleh sejumlah preman yang diduga suruhan Wawali Bima tidak akan diterima, hal ini berkaitan dengan bentuk kerugian yang dialami bukan hanya bernilai materil. Kerugian inmateril akibat dilecehkannya sejumlah atribut organisasi dan kewibawaan lembaga atas penghinaan organisasi yang dilakukan oleh sejumlah preman.

“HMI adalah organisasi Islam yang besar–oleh karena itu, atas adanya kejadian pengrusakan yang dilakukan oleh orang-orang yang diduga suruhan orang nomor dua di Kota Bima itu, harus dipertanggungjawabkan secara hukum mulai dari pelaku hingga otak intelektual dibalik aksi pengrusakan tersebut,” paparnya

Atas permintaan maaf  Wawali, jelas tidak cukup diterima oleh seluruh pengurus organisasi, oleh karena itu sebagai bentuk perlawanan atas pelecehan ini, kader HMI seluruh Indonesia akan menggelar aksi menuntut pertanggungjawaban dari pejabat publik tersebut. Mansyur juga meminta pihak kepolisian untuk secepatnya mengungkap otak dibalik pelaku pengrusakan sekretariat HMI cabang Bima dan bila tidak maka aksi besar-besaran akan dilakukan untuk menuntut keadilan terhadap organisasi Islam ini.

Sementara Kapolres Bima-Kota, AKBP. Kumbul HS.S. Ik. saat pengamanan aksi siang tadi, kepada media ini mengaku berdasarkan hasil penyeledikan sementara motif dari pengrusakan dan pembakaran kantor HMI sebelumnya berkaitan dengan kejadian sebelumnya yaitu pelemparan terhadap mobil dinas Wawali di kawasan pantai Lawata (baca juga: keterlibatan pejabat publik). Kemudian mengenai sejauh mana proses yang sedang berjalan,  pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap identitas dari para pelaku. “Identitas dan nama dugaan pelaku pengrusakan sudah Kami kantongi,” tambah Kumbul. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *