“Pisah Ranjang” dengan Subhan, Bos Ulet Jaya Pilih Jalan Sendiri

Kota Bima, Kahaba.- Paket Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Bima jalur perseorangan Aman (Subhan-Iman) Mataho hanya seumur jagung. Tak sampai melenggang ke pendaftaran, Subhan kini sudah tidak berpasangan lagi untuk maju bersama atau “pisah ranjang” dengan Iman.

Bos Ulet Jaya Iman Suryo Wibowo. Foto: Ady

Bos Ulet Jaya tersebut memilih untuk jalan sendiri dan terus blusukan ke tengah masyarakat. Sementara nasib Subhan M Noer tanpa kepastian. Pergerakan politik Mantan Ketua DPRD Kota Bima ini pun terus meredup.

Kepada Kahaba.net, pria yang bernama lengkap Iman Suryo Wibowo ini mengungkapkan, pilihannya untuk tidak bersanding lagi dengan Subhan sudah melalui pertimbangan matang.

“Saya sudah mendapatkan banyak masukan dan pertimbangan dari keluarga sehingga memilih untuk tidak berpasangan lagi dengan Pak Subhan,” ungkapnya di Ulet Jaya, Kamis (6/4) pagi.

Namun saat disinggung alasan mendasar berpisah dengan Subhan, pengusaha muda kelahiran 1986 ini enggan membeberkan. Ia hanya memastikan keputusan itu sudah berlangsung hampir seminggu lebih.

“Saya tetap jalan sendiri dan tetap menggunakan jalur perseorangan. Saat ini dukungan KTP sudah mencapai 4 ribu lebih, relawan saya pun terus jalan,” kata dia.

Soal nanti akan kembali berpasangan dengan siapa, Iman belum memikirkannya. Sementara ini hanya fokus untuk blusukan dan sosialisasi ke masyarakat Kota Bima.

Ia juga memberi sinyal, tidak menutup kemungkinan nanti akan maju melalui jalur partai politik. Karena baginya politik sangat dinamis dan berkembang sesuai komunikasi.

“Beberapa partai politik sudah berkomunikasi dengan saya. Intinya tidak menutup kemungkinan semua itu,” ujarnya didampingi tim dan relawan.

Sementara itu, Subhan yang dihubungi soal komentar Iman, tidak ingin berkomentar.

“No comen” ujarnya tuturnya singkat.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *