Ini Kronologis OTT Saber Pungli Terhadap Oknum PNS Dukcapil

Kota Bima,Kahaba.- Tim Saber Pungli melakukan operasi tangkap tangan (OTT)  terhadap  E (42) terduga pelaku pungli di kantor Dinas Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bima, Rabu (5/4), sekitar pokul 15.30 Wita. E ditangkap bersama dua warga pengurus administrasi, S (34) dan N (43). (Baca. Oknum Pegawai Dukcapil Terjaring OTT Saber Pungli)

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP. Afrizal SIK. Foto: Ompu

Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Afrizal Sik yang dikonfirmasi membeberkan kronologis OTT Tim Saber Pungli tersebut. Diceritakan, awalnya Tim Saber Pungli mendapatkan informasi bahwa di kantor Disdukcapil Kabupaten Bima melakukan Pungli terhadap masyarakat yang sedang melakukan atau pada para pemohon pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), atapun Akta Kelahiran.

Mendapatkan informasi tersebut, Tim Saber Pungli melakukan pemantauan dan penyelidikan selama 2 pekan. Kemudian pada hari Rabu (5/4)  Tim Saber Pungli menemukan masyarakat yang mengurus Kartu Keluarga (KK) melalui salah satu pegawai Dinas Dukcapil.

“Diketahui,  di dalam dokumen kepengurusan yang diserahkan kepada pegawai tersebut diselipkan atau terdapat sejumlah uang. Dengan alasan agar dipermudah dalam pengurusan,” bebernya, Rabu (5/4) malam.

Tim Saber Pungli Sambung Kasat, langsung melakukan penggeledahan pada seluruh ruangan kantor setempat dan menyita beberapa dokumen, yang di duga ada kaitanya dengan pungli. Selanjutnya oknum pegawai berinisial E diamankan bersama barang bukti Uang Rp 232. 000, 5  buah karcis pengambilan KTP, 1 HP, 1 lembar KK, 2 lembar surat kematian, 1 lembar surat kelahiran, kumpulan berkas dokumen KK. Selain terduga pelaku, Tim saber mengamankan dua orang warga pengurus dokumen yakni S dan N.

“Saat ini, terduga pelaku dan dua warga ikut diperiksa guna penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *