AP3T Ajak Masyarakat Boikot Festival Pesona Tambora

Kota Bima, Kahaba.- Aliansi Penolakan Perayaan Pesona Tambora (AP3T), Kamis (6/4) pagi menggelar aksi menolak kegiatan nasional Festival Pesona Tambora (FPT). Sejumlah tokoh pemuda dari berbagai elemen ini juga mengajak seluruh masyarakat di Pulau Sumbawa memboikot semua rangkaian kegiatan FPT.

Aksi AP3T tolak FPT. Foto: Ady

Dalam aksinya, AP3T membagikan selebaran berisi 7 poin pernyataan sikap dan tuntutan kepada masyarakat dan pengguna jalan. Mereka juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten dan Kota Bima untuk ikut serta menolak kegiatan FPT tahun ini.

Adapun 7 poin tuntutan yang dibacakan Koordinator Aksi, Ardiansyah, yakni menuntut Kementerian Pariwisata RI tidak lagi menggunakan latar Gunung Tambora dalam iklan yang dimuat di media massa. Sebab Gunung Tambora telah ditetapkan sebagai Taman Nasional.

“Sebagai anak bangsa yang peduli terhadap daerah, maka kami menuntut Kementerian Pariwisata bertanggungjawab atas pelecehan yang dilakukan,” tegasnya di depan Kantor Pemerintah Kota Bima.

Pihaknya juga menuntut pertanggungjawaban Gubernur NTB terhadap kegiatan FPT. Perhatian Gubernur dinilai lebih banyak ditujukan untuk Pulau Lombok, sementara Pulau Sumbawa terkesan dimarjinalkan.

Menuntut Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTB untuk mundur, meminta kepada media Kompas sebagai Even Organizer (EO) meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Pulau Sumbawa lewat media nasional karena pemuatan gambar Gunung Tambora yang salah dan mengandung unsur pelecehan.

Kemudian menegaskan memboikot Kompas untuk tidak lagi menjadi penyelenggara kegiatan apapun di wilayah NTB, menuntut pernyataan sikap Pemerintah Kabupaten dan Kota Bima terkait pelecehan yang dilakukan EO.

Serta meminta Pemerintah Kabupaten Bima bertanggungjawab terkait dampak kegiatan FPT yang dianggap tidak punya kontribusi untuk masyarakat karena hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *