Isteri Polisi “Tangkap” Suaminya Berduaan dengan Oknum Dewan

Kota Bima, Kahaba.- Fita, isteri oknum anggota Polres Bima Kota mendapati suaminya berduaan dengan seorang oknum anggota Dewan Kota Bima inisial SI di dalam salah satu rumah, kompleks perumahaan Sonco Tengge, Minggu (9/4).

Ilustrasi

Kepada Kahaba.net, Fita bercerita sekitar pukul 11.00 Wita, ia bersama anaknya mendatangi rumah oknum anggota dewan tersebut, untuk mencari suaminya yang belum pulang ke rumah. Karena sehari sebelum itu, suaminya mengaku jaga soal ujian di Dinas Dikpora. Kemudian sekitar pukul 02.00 Wita memberitahu tidur di Dinas Dikpora.

“Pagi harinya, sekitar jam 10 nomor HP suami saya tidak aktif. Saya cek di rumah mertua, tidak ada. Kemudian saya cek juga di Dinas Dikpora tidak ada, karena tidak ada motornya,” ujar Fita.

Merasa ada yang aneh, ia membawa serta anak perempuannya mendatangi kompleks perumahaan Sonco Tengge, rumah oknum anggota dewan tersebut. Benar saja, saat tiba di kompleks itu. Fita menemukan motor suaminya berada di dalam halaman rumah SI.

“Saat itu anak saya juga menunjuk ke arah motor dan bilang, ‘Itu motor ayah’,” tuturnya meniru perkataan anaknya.

Mengetahui suaminya berada di dalam rumah itu, Fita kemudian menelpon mertua perempuannya. Meminta agar segera datang dan melihat anaknyanya di dalam rumah tersebut. Tidak berselang lama, mertuanya datang dan mengetuk pintu.

Belasan menit pintu diketuk, tapi tapi tidak ada yang menyahut dan membuka pintu. Dirinya pun berteriak dan meminta agar suaminya dan SI membuka pintu. Sesaat kemudian, ada yang membuka gorden, suaminya kemudian membuka pintu dan keluar.

“Setelah saya capek teriak, kemudian suami saya membuka pintu rumah lalu menarik saya masuk dalam rumah. Kepada saya dan mertua, suami saya mengaku tidur sendirian di rumah itu. Tapi saat mertua membuka salah satu kamar menemukan SI duduk sendiri. Di rumah itu hanya ada suami saya dan SI,” ungkapnya.

Ibu dua anak itu mengaku sangat terpukul, setelah mengetahui ada oknum anggota DPRD Kota Bima itu didalam rumah, bersama suaminya. Dugaannya ternyata benar, bahwa suaminya menjalin asmara dengan SI. Saat itu, Fita juga mengaku sempat cekcok dengan SI.

Fita menuturkan, atas kejadian tersebut ia sudah melapor ke Polres Bima Kota. Karena saat kejadian tersebut sangat membuat perasaannya tidak enak.

“Saya sudah menceritakan semua saat menyampaikan laporan di Polisi tadi. Saya berharap laporan ini di proses sesuai aturan,” pintanya.

Setelah menyampaikan laporan ke Polisi, dirinya juga berencana akan melapor ke Badan Kehormatan DPRD Kota Bima. Agar menindak tegas perilaku oknum anggota dewan tersebut.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bima Kota yang berusaha dikonfirmasi soal laporan itu, tidak berhasil dihubungi. Kemudian, Kasubbag Humas Polres Bima Kota IPDA. Suratno saat dihubungi mengaku belum menerima adanya laporan tersebut. Karena dirinya masih berada di luar daerah.

“Saya masih di Mataram. Belum menerima laporan itu,” katanya singkat.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. ruz bima

    jgn dulu berpikiran negatip..itu baru kabar dri sepihak….kita belom tau pasti apa permasalahan yg sbenarx terjdi di balik ini semua…
    jgn asal menghujat orng laen jika belom tau titik masalh nya di mana

  2. Raka

    Begitulah ketika sudah di beri kepercayaan oleh rakyat, mentang2 berduit, sdh menjadi pejabat exekutiv, rakyat, daerah di sepelekan hanya karna kepuasan birahi,,, harga diripun sdh tdk ada gunanya lg…
    ehh… Malah yg negakin hukum jg ada di situ lg… Ini adalah oknum2 yg tidak bermoral…
    ##menjijikan…

  3. anas

    Bimaku tercoreng lagi…EDE KANTAKAI KADALE DOU BA PITI….NDAKE TAHO LAONA…tio2 wau dou di caki aina caki cula…ro aina turu karawi,tapi karawipu kaira turu

  4. Pemuda Bima

    Biarkan mereka dgn DOSAnya masing2 tpi sebagai warga/dou mbojo tdk selayaknya meminta BENCANA untk Kota Bima.
    Mereka yg salah yg harus dilaknat, bukan Kotanya karna tdk semua warga Kota Bima bejat spt mereka.
    Setiap kata adalah bagian dri do’a

  5. DOPU ALOR

    Ini sangat disayanhkan.
    Sehharusnya memberi contoh yg baik,malah sebaliknya.harapan kita adalah jangan sampai hukum kita seperti pisau.tumpulnya ke atas.soga penegàk hukum kita menindaklanjuti laporan seorang istri yg Di dzolimi tanpa melihat merek yg ada padanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *