Protes Pelantikan Kepsek, Seorang Ibu Nangis Histeris

Kabupaten Bima, Kahaba.- Seorang ibu asal Kecamatan Bolo menangis histeris di luar lokasi pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) atau pejabat fungsional lingkup Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima di Aula Kantor Pemerintah Kabupaten Bima, Senin (10/4) sore.

Ibu-Ibu saat protes pelantikan Kepsek di Kantor Pemerintah Kabupaten Bima. Foto: Ady

Ibu yang diketahui bernama Suharti ini mengaku Ketua Tim Gender Dinda-Dahlan saat Pilkada beberapa waktu lalu. Ia merasa kecewa terhadap kebijakan Bupati Bima dan Dinas Dikpora karena sejumlah Kepsek yang dilantik dituding bukan pendukung Dinda-Dahlan.

“Kami sebagai tim dan relawan yang pernah berjasa merasa tidak dihargai. Orang yang dilantik justeru pendukung pasangan lain,” ujar Suharti kecewa.

Harusnya kata dia, Bupati Bima memprioritaskan dulu orang-orang yang pernah berjasa saat Pilkada. Apalagi, dulu Bupati Bima pernah berjanji akan memperhatikan semua pendukung dan tim sukses.

“Percuma kami berkorban dan habis-habisan berjuang untuk Umi (Bupati Bima) kalau sekarang tidak diperhatikan,” kata dia.

Tak hanya Suharti, beberapa eks relawan dan tim sukses asal Kecamatan Bolo juga menyampaikan protes di lokasi pelantikan.

Lantaran dianggap menggangu proses pelantikan, mereka diamankan di kantin terdekat oleh Pol PP. Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima, H Supratman dan Sekretarisnya, H Luken nampak berusaha meredam keributan.

Namun, suara protes masih terus terdengar. Nurhayati pun tak henti menangis tersedu-sedu. Bersama rekan-rekannya Ia berharapa proses pelantikan ditunda dan 50 Kepsek yang dilantik ditinjau kembali.

Hingga berita ini ditulis, proses pelantikan masih berlangsung tertutup di Aula Kantor Pemerintah Kabupaten Bima. Ini merupakan agenda mutasi kedua kalinya untuk pejabat fungsional di lingkup Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *