Peletakan Batu Pertama Masjid Terapung, Walikota: Masjid ini Ikon Daerah

Kota Bima, Kahaba.- Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bima ke-15, Senin (10/4), dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Terapung Amahami oleh Walikota Bima M. Qurais H. Abidin.

Walikota Bima meletakan batu pertama pembangunan Masjid Terapung Amahami. Foto: Hum

Peletakan batu pertama itu juga didampingi Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin, pimpinan DPRD Kota Bima Feri Sofiyan, Ketua Pengadilan Negeri Raba – Bima, Kapolres Bima Kota, serta anggota DPRD Kota Bima, tokoh masyarakat dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kota Bima.

Hadir Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima Eka Iskandar bersama sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD Kota Bima serta unsur FKPD, yang mendukung rencana pembangunan Masjid Terapung. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada FKUB Kota Bima yang menyampaikan dukungan tertulis atas pembangunan masjid tersebut.

“Masjid Terapung diupayakan menjadi ikon daerah, dengan mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal dalam arsitekturnya,” ujarnya.

Nilai kearifan lokal itu seperti Bunga Satako (bunga setangkai), merupakan salah satu motif khas tenunan bima. Nggusu Waru (Segi Delapan), yaitu 8 aspek yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut filosofi kebudayaan Bima, serta Uma Lengge (Lumbung), yaitu bangunan tempat menyimpan padi sebagai lambang kemakmuran masyarakat Bima.

“Pembangunan Masjid Terapung Amahami merupakan bagian dari grand design kawasan tumbuh cepat Niu – Lawata – Ama Hami,” ujarnya

Walikota juga mengingatkan kepada pimpinan proyek untuk melaksanakan pembangunan Masjid Terapung sesuai perencanaan dan tepat waktu.

“Penuhi semua persyaratan administrasi yang diperlukan,” pesan Walikota.

Ia berharap masjid ini kelak bisa dimakmurkan oleh masyarakat dan menjadi gambaran akan kuatnya nilai-nilai Islami yang berakar dalam kehidupan dan budaya masyarakat Bima, khususnya Kota Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *