Seminar Sakosa Digelar Diatas KRI Teluk Mandar  

Kabupaten Bima, Kahaba.- Seminar pengembangan Kawasan Sangiang, Komodo dan Sape  atau disingkat Sakosa, Sabtu (8/4) digelar di atas Kapal Perang KRI Teluk Mandar. Seminar mengambil tema ‘Pengembangan Industri Kreatif Guna Mempercepat Pertumbuhan Industri Pariwisata di Pulau Sumbawa’.

Wagub NTB didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bima saat berada di KRI Teluk Mandar. Foto: Hum

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, H Muh. Amin dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima, para pelaku industri kreatif di Pulau Sumbawa, narasumber dari Badan Nasional Pengembangan Ekonomi Kreatif dan pelaku industri kreatif, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota dan Kabupaten Bima, jajaran Dinas Pariwisata dan kalangan Pers.

Kadis Pariwisata Propinsi NTB, Lalu Moh. Fauzal dalam pengantarnya mengemukakan bahwa seminar Sakosa merupakan kegiatan untuk memeriahkan Festival Pesona Tambora (FPT). Ada beberapa kegiatan di dalamnya saitu Sakosa Bike sepanjang 70 Km, Pameran Ekonomi Kreatif, peresmian Taman Wisata Kalaki, dan peresmian Tourism Information Center di VIP Room Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima

Wakil Gubernur NTB, H Muh. Amin mengemukakan, pengembangan kawasan Sakosa yang di dalamnya masuk dalam wilayah Nusa Tenggara Barat yaitu Sangiang dan Sape merupakan peluang bagi pertumbuhan sektor kepariwisataan dan industri kreatif di Kabupaten Bima. Disamping Sakosa dikembangkan pula kawasan Samota yaitu Teluk Saleh, Moyo dan Tambora.

“Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan peluang investasi dengan menerbitkan regulasi-reguilasi yang mempermudah investasi,” kata Wagub saat membuka seminar tersebut.

Sementara itu, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri mengaku, Pemerintah Kabupaten Bima menyambut gembira pelaksanaan Seminar Sakosa  dalam rangka pengembangan industri kreatif guna mempercepat pertumbuhan industri Pariwisata di Pulau Sumbawa, khusunya di Kabupaten Bima.

“Melalui seminar ini diharapkan akan melahirkan ide kreatif, gagasan cerdas serta rekomendasi yang berharga dalam rangka menggali, mengangkat serta mempromosikan potensi keunggulan produk lokal dan industri kreatif yang berpadu dengan pengembangan kawasan wisata,” harap Bupati Bima.

Dikatakannya, antara industri kreatif dan pariwisata seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Industri kreatif akan menjadikan suatu wilayah berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas dan demikian pula sebaliknya, destinasi wisata akan berkembang dan lebih maju jika ditopang oleh keberadaan industri kreatif.

Seminar Sakosa berlangsung sepanjang pelayaran mengelilingi Teluk Bima hingga ke Laut Flores. Seminar dipandu oleh Kabid Pengembangan Pariwisata Akbar dan Pelaku Industri Kreatif dan Koordinator Komunitas Babuju, Julhaidin atau yang dikenal dengan Rangga Babuju.

Tepat Pukul 03.00 Wita KRI Teluk Mandar kembali bersandar di pelabuhan Bima dan dilangsungkan konferensi pers oleh Wakil Gubernur, Bupati Bima, Para Narasumber, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kadis Pariwisata Kabupaten Bima.

*Kahaba-03/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *