Mandi di Sungai, Bocah ini Ditemukan Tewas Tenggelam

Kota Bima, Kahaba.- Suasana duka menyelimuti warga RT 5 Lingkungan Waki Kelurahan Manggemaci. Salah seorang warganya, Muhammad Fatir (6) tewas tenggelam saat mandi di sungai kelurahan setempat, Selasa (11/1) sore.

Fatir, bocah asal Kelurahan Manggemaci yang tewas tenggelam saat disemayamkan. Misbah Waki (Facebook)

Ketua RT 5 Kelurahan Manggemaci Hikmah H. A Karim menceritakan, saat itu korban yang masih duduk di bangku TK Bahagia yang berlokasi di SDN 42 Waki tersebut, bersama tiga teman sebayanya mandi di sungai. Karena tidak ada orang dewasa yang menemani, Fatir yang tenggelam sempat ditolong oleh tiga temannya, namun tidak berhasil.

“Ketiga temannya saat itu pulang dan memberitahu orang tua Fatir dan tetangga. Namun cerita itu dikira lelucon,” ungkapnya.

Pada sore hari sambungnya,  orang tua Fatir mencari anaknya hingga dibeberapa tempat kerabat. Ibu Fatir bahkan sempat menelpon suaminya yang masih bekerja, untuk menanyakan keberadaan Fatir. , namun fatir tidak juga ditemukan.

Karena merasa kuawatir, orang tua Fatir meminta warga lain agar diinformasikan lewat corong masjid, bahwa anaknya hilang. Bagi siapapun yang mengetahui keberadaan Fatir, agar bisa dibawa pulang ke rumah orang tuanya.

“Pengumuman itu disampaikan setelah Sholat Ashar. Karena di lingkungan tersebut sudah heboh atas hilangnya Fatir, maka ketiga bocah tersebut menceritakan kembali kalau Fatir tenggelam,”tuturnya.

Saat itu juga kata dia,warga diminta untuk mencari Fatir di sungai. Tidak lama kemudian, bocah tersebut pun ditemukan sekitar 300 meter dari arah barat dari jembatan gantung.

“Fatir ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Tubuhnya sudah bengkak, ada darah yang keluar dibagian mata, hidung dan mulut. Mungkin karena benturan batu saat terseret air,” duganya.

Ia menambahkan, Fatir dikuburkan menjelang magrib. Dirinya pun berharap semoga saja ini menjadi pelajaran bagi para orang tua agar lebih hati-hati menjaga anak.

Sementara itu, Kapolsek Rasanae Barat Kompol Jamaluddin membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya pun sudah turun ke lokasi dan meminta pada orang tua Fatir untuk dilakukan otopsi. Hanya saja permintaan tersebut tidak disetujui oleh keluarga Fatir.

“Kami ingin melakukan otopsi untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan lain. Takutnya anak itu tenggelam karena adanya indikasi lain. Tapi orang tuanya tidak mengizinkan,” ujarnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *