Drainase Dikerjakan Kembali, Warga Dara Usir Lagi

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan orang warga Kelurahan Dara kembali mengusir pekerja drainase di jalan Sultan Kaharuddin, tepatnya di depan MTsN 1 Kota Bima, Rabu (12/4). Setelah pekerja mencoba kembali melanjutkan pekerjaan tersebut.

Warga Dara saat hentikan pekerjaan drainase di jalan Sultan Kaharuddin. Foto: Bin

Sikap warga setempat bukan tanpa alasan. Sebab pekerjaan tersebut sama halnya menyusahkan warga setempat, karena penggaliannya tidak dilanjutkan ke arah utara atau sungai Jembatan Padolo I. Penggalian malah dihentikan didepan pertokoan warga non pribumi.

Warga Dara Herman mengungkapkan, pekerjaan lanjutan drainase tersebut dilakukan kemarin pagi. Karena melihat ada aktifitas, warga kemudian mengusir pekerja. Pagi hari ini, warga kembali melihat aktifitas pekerjaan drainase tersebut. Tapi kali ini, pihak pekerja membawa serta seorang preman, yang juga warga Dara.

“Tadi saya tanya, siapa yang suruh kerja. Salah satu warga Dara yang mengaku diri preman, berujar dia yang menyuruh pekerjaan dilanjutkan. Kalau ada orang Dara yang larang, beritahu dirinya untuk dihadapi,” tuturnya meniru kalimat sang preman tersebut.

Tidak berselang lama, kata Herman, sang preman berujar lantang, dirinya kemudian memanggil warga Dara yang tetap menolak pekerjaan drainase untuk menemui preman tersebut dan mengusir pekerja.

“Si preman itu saat saya bawa warga Dara yang menolak, tidak berkutik. Malah mengaku. tidak pernah menyebut diri preman,” katanya dengan penuh keheranan.

Karena suasana yang semakin panas di lokasi pekerjaan sambung Herman, akhirnya pekerja tetap diusir dan warga Dara diarahkan ke kantor Kelurahan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas setempat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Herman menambahkan, protes soal pekerjaan tersebut tetap akan dilanjutkan. Sampai pemerintah mulai melanjutkan drainase ke sungai. Jika tidak, maka pihaknya akan menggali secara swadaya drainase didepan pertokoan para mata sipit itu hingga ke sungai.

“Ini sudah jadi rencana kami, kami tetap tolak. Karena percuma saja digali, jika drainase terhenti di depan pertokoan tersebut. Air tidak mengalir dan Kelurahan Dara tetap tergenang,” tegasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *