Dugaan Selingkuh EW dan SI, ini Penjelasan Pengacara SI

Kota Bima, Kahaba.- SI, oknum anggota DPRD Kota Bima yang diduga selingkuh dengan oknum anggota Polres Bima Kota EW akhirnya buka suara. Melalui kuasa hukumnya, Taufik Firmanto membeberkan fakta sebenarnya yang terjadi di perumahan Sonco Tengge. (Baca. Isteri Polisi “Tangkap” Suaminya Berduaan dengan Oknum Dewan)

Taufik Firmanto

Kepada Kahaba.net, Opick, sapaan akrab Taufik lebih awal menegaskan bahwa tidak ada perzinahan atau perselingkuhan di rumah kliennya,seperti pemberitaan-pemberitaan sebelumnya. Itu merupakan fitnah keji tanpa bukti. (Baca. Dewan Segera Sikapi Dugaan Selingkuh Oknum Dewan dan Oknum Polisi)

Dijelaskannya, saat Fita datang ke rumah klien nya. Di rumah tersebut sudah 4 orang yakni RS, asisten Rumah Tangga kliennya, seorang polisi sahabat kliennya berinisial IR, kemudian EW dan kliennya. Jadi, tidak benar saat itu hanya ada kliennya dan EW, seperti yang ada dalam pemberitaan yang beredar sebelumnya.

“Tidak ada kejadian yang berlebihan di dalam rumah klien saya. Faktanya, hanya duduk minum kopi seperti biasa. Tidak ada percekcokkan juga” ungkapnya, Rabu (12/4).

Diakuinya, IR datang ke rumah kliennya sekitar pukul 08.00 Wita, mengendarai motor EW. Keduanya datang karena dipanggil oleh kliennya. Sekitar pukul 10.00 Wita lewat, disusul oleh Fita. Karena melihat Fita saat itu bersama bersama ibu EW, kemudian mengetuk pintu rumah, EW segera membuka pintu. Sementara RS dan IR lalu duduk santai dibelakang. Kemudian, kliennya pindah posisi ke kamar.

“EW yang membuka pintu mempersilahkan Fita dan orang tua EW untuk masuk. Lalu menutup pintu dengan maksud agar suara ribut Fita yang kalap tidak bikin gaduh tetangga. Saat itu juga, klien saya keluar kamar dan bertanya, ‘Mau apa kamu? Ada apa ribut-ribut di rumah saya?’,” tuturnya.

EW lalu berusaha menenangkan Fita yang kalap, sementara kliennya berbicara dengan orang tau EW. Melihat kliennya, Fita kemudian keluar ke arah dapur, melompat pagar pintu rumah setinggi 2 meter.

Opick kembali menegaskan, dari fakta-fakta hasil olah TKP tersebut. Tidak benar, EW berada di rumah kliennya mulai malam hari. Karena yang paling awal datang ke rumah itu RS, yang juga yang memegang kunci rumah kliennya.

Ia juga menjelaskan, antara kliennya dengan IR,  sudah bersahabat cukup lama, karena EW dengan IR juga bersahabat. Saat kliennya pulang dari Singapura sekitar bulan Mei 2016 lalu. Juga membawakan  oleh – oleh coklat dan kaos, buat EW dan istrinya. Ini merupakan kebiasaan kliennya untuk berbagi dengan para sahabatnya.

“Jadi saya tegaskan lagi, cerita yang beredar pada pemberitaan-pemberitaan sebelumnya merupakan fitnah yang sangat keji, yang tidak memiliki bukti yang konkrit,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. uyi

    sungguh sangatlah berdosa bila yg anda katakgan semua itu tidak benar,
    ingatlah azab allah itu sangat menyakitkan…
    dannnnnnn bagaimana jika kejadian yg di alami fita ini menimpa istri,ato sodara perempuanmu bagaimana kawan ! ato mgkn bukan mereka yg mengalami,mgkn kelak anakmu yg akan menjadi korban para lelaki hidung belang.
    percayalah KARMA itu ada kawan…cuma masalah waktu aja……

    dan terpujilah anda jika semua yg anda katakan ini benar sebenar benarx….sungguh surga menantimu kawan……

  2. Rusli Bima

    Bunga bangkai kalau udah merekah baux udah merebak kemana saja,gak bisa dipoles utk kembali menjadi kuncup,putar balik fakta adlh lagu lama,kalah menang,pengacara tetap ada isi dompet, menutupi maksiat 2 org masyarakat satu daerah ikut keciprat dosa ,kata orang2 yg takut dosa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *