Alumni SMA 2 Angkatan 88-91 Gelar Donor Darah

Kota Bima, Kahaba.- Dalam waktu dekat, alumi SMA 2 Kota Bima angkatan 1988 – 1991 bakal menggela reuni akbar. Rencananya, kegiatan tersebut bakal dihadiri oleh seluruh alumni yang sudah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia, dan menjadi orang sukses diberbagai bidang.

Donor darah digelar alumni SMA 2 Kota Bima. Foto: Bin

Namun sebelum kegiatan reuni akbar digelar, sejumlah kegiatan pra reuni juga dilaksanakan. Seperti yang digelar hari ini, Sabtu (15/4). Panitia Reuni akbar SMA 2 Kota Bima angkatan 1988 – 1991 menggelar kegiatan Donor Darah di Taman Ria.

Menurut ketua panitia kegiatan acara Ahmad Yani, kegiatan donor darah merupakan rangkaian pra reuni yang digelar kesekian kalinya. Sebelum itu, kegiatan sosial juga acapkali dilakukan, seperti membantu korban banjir bandang Kota Bima.

“Donor Darah merupakan kegiatan lanjutan dari sejumlah kegiatan pra reuni. Kami menargetkan pendonor sebanyak 30 orang. Namun sampai saat ini jumlah pendonor lebih dari 40 orang,” sebutnya.

Diakui Yamin, kegiatan donor darah selain untuk para alumni, juga untuk masyarakat Kota Bima. Jadi pihaknya mengajak masyarakat yang menyempatkan diri berkunjung ke Taman Ria, untuk ikut mendonorkan darahnya pada kegiatan dimaksud.

“Alhamdulillah ada beberapa warga tadi yang hadir mendonorkan darahnya,” ungkap Yamin.

Ia menambahkan, reuni akbar nanti akan digelar pada tanggal 22 April, di sekitar pantai Lawata. Sementara para alumni yang dipastikan hadir hingga saat ini sudah 75 persen. Diantaranya seperti Guru Besar UIN Ujung Pandang Prof. Abdullah, Firman Kabag Pengadaan di DKI, Hasanudin Komandan Pelatih di Singkawang Pontianak, Kepala Logistik AU Rembige Mataram, Agus Kepala Perijinan Kabupaten Bima dan sejumlah alumni yang telah sukses dan hebat di perantauan.

*Kahabai-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *