Akademisi Nilai Laporan Fita Soal Dugaan Perzinahan, Lemah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Laporan Fita soal dugaan perzinahan yang dilakukan suaminya EW, oknum anggota Polres Bima Kota oknum bersama oknum anggota DPRD Kota Bima SI, dinilai lemah dan sulit untuk dibuktikan secara hukum.

Akademisi STIH Muhammadiyah Bima, Syamsuddin. Foto: Istimewa

Akademisi STIH Muhammadiyah Bima, Syamsuddin menilai, pengaduan Fita terhadap SI begitu lemah dan sulit untuk membuktikan terpenuhinya unsur-unsur perzinahan dalam Pasal 284 KUHP, apalagi tidak ada orang yang melihatnya secara langsung.

“Delik perzinahan diatur dalam pasal 284 ayat (1) butir (a, dan b) menyatakan bahwa, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 bulan seorang laki-laki dan wanita yang telah kawin yang melakukan mukah (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya,” jelasnya, Sabtu (15/4).

Menurutnya Syam, sapaan akrabnya, di dalam rumusan pasal ini mengandung adanya ada tiga unsur yang harus dipenuhi atau dibuktikan. Yakni orang yang melakukan perbuatan (laki dan perempuan), telah kawin atau terikat perkawinan dengan pihak lain, dan melakukan mukah (overspel).

Dari ketiga unsur ini, yang sulit dibuktikan oleh Fita termasuk penyidik adalah pada unsur ketiga yakni melakukan mukah (overspel). Arti dari mukah (overspel) sendiri sama dengan pengertian zinah yakni perbuatan persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan di mana salah satu atau dua-duanya terikat perkawinan dengan orang lain.

“Pertanyaanya saya selanjutnya yakni apakah Fita atau ada orang lain yang mengetahui atau melihat secara langsung antara SI dengan EW telah atau sedang melakukan persetubuhan atau persenggamaan saat itu,” tanyanya.

Sebab sambung dia, pertanyaan itu menjadi paling pokok dalam membedah kasus tersebut. Kalau memang iya ada orang melihatnya dan mampu membuktikan berarti tidak masalah. Tetapi jika tidak ada orang yang melihatnya bahkan jika Fita sendiri tidak bisa membuktikan tuduhannya, berarti bisa jadi mengarah ke fitnah dan pencemaran nama baik orang.

Syam juga menilai saudari Fita terlalu cepat mengambil kesimpulan seolah-olah telah terjadi perzinahan antara SI dan suaminya. Padahal semestinya bisa dilakukan klarifikasi terlebih dahulu.

Dirinya pun dapat memaklumi bahwa setiap orang punya hak dan kewajiban hukum untuk melaporkan tentang adanya dugaan tindak pidana yang terjadi, tetapi dalam konteks kasus ini kalau pengaduan Fita pada akhirnya tidak berbukti, maka konsekwensi hukumnya saudara Fita juga bisa dilaporkan secara hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik atau fitnah.

“Kejahatan pencemaran nama baik atau firnah ini ancaman pidananya lebih berat dibandingkan dengan delik zinah yang hanya ancaman pidanyanya maksimal 9 bulan pidana penjara,”pungkasnya.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Che guevara

    Mana ada orang mau zinah minta di tonton saat melakukannya….

    Yg jelas laporan ibu fita bisa terbukti tlh trjd perzinahan…asalkan barang bukti lain bisa ditunjukkan…sprt seprei yg ada spermanya…atau bukti lainnya….

    Sekedar saran….

  2. Eldan M Nur

    Kalau saya lebih ke Hukum Sosial, karena 2 insan yang bukan Muhrimnya berada dalam 1 Rumah, kalau mengacu pada Pasal diatas hanya sebuah Dugaan. Delik Hukumnya tidak kuat, benar itu.

  3. jibriel

    Coba polisi cepat bergerak dan tanggap setelah laporan perzinahan itu masuk harusx TKP di seterilkan dgn police line supaya barang bukti di TKP msh dlm kondisi baik saat pengerebekan itu terjadi..serapi2x pelaku kejahatan mengingkari perbuatanx tanpa ia sadari ia msh meninggalkan barang bukti yg bisa mengantarkanx kedalam sel jeruji tahanan..

  4. jibriel

    Coba polisi cepat bergerak dan tanggap setelah laporan perzinahan itu masuk harusx semua pakaian yg di kenakan tertuduh saat pengerebekan itu terjadi di sita ñ TKP hrsx di seterilkan dgn police line supaya barang bukti di TKP msh dlm kondisi baik saat pengerebekan itu terjadi..serapi2x pelaku kejahatan mengingkari perbuatanx tanpa ia sadari ia msh meninggalkan barang bukti yg bisa mengantarkanx kedalam sel jeruji tahanan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *