Ini 2 Agenda Penting Dae Ade Untuk KNPI

Kabupaten Bima, Kahaba.- Usai terpilih menjadi Ketua DPD KNPI Kabupaten Bima dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada Rabu (19/4) dini hari, Ferdiansyah Fajar Islam telah menyiapkan dua agenda penting yang menjadi prioritas. (Baca. Dae Ade Kembali Terpilih Jadi Ketua KNPI)

Penyerahan berkas kepada Dae Ade selaku Ketua KNPI terpilih. Foto: Ady

Pertama, meningkatkan peran pemuda dalam memerangi maraknya penyalahgunaan obat Tramadol. Kedua, pemberdayaan OKP dan PK KNPI dengan mendorong kreativitas pemuda dalam mengembangkan usaha berbasis ekonomi mikro. (Baca. Dae Ade Sujud di Kaki Umi Ferra)

Menurut Dae Ade, sapaan akrabnya, peredaran obat Tramadol di Kabupaten Bima sudah pada kondisi menguatirkan. Remaja dan pemuda menjadi sasaran empuk peredaran obat memabukan ini.

“Banyak kasus perkelahian antar kampung, antar pemuda hingga kecelakaan lalulintas diakibatkan obat Tramadol,” kata Dae Ade saat menyampaikan visi-misi sesaat sebelum pemilihan Ketua KNPI.

Bila terus dibiarkan ujarnya, masa depan generasi muda Kabupaten Bima akan terancam. Untuk itu, peran pemuda sangat diharapkan dalam menekan bahaya Tramadol. Tentu pemuda tidak bekerja sendiri, tapi harus membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Seperti Kepolisian dan Pemerintah Daerah.

“Kita tahu bersama aturan untuk menjerat pengedar Tramadol belum ada. Sehingga nanti perlu kita dorong lahirnya Perda khusus pemberantasan Tramadol di DPRD dan Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Kemudian terkait pemberdayaan pemuda, Dae Ade berkomitmen untuk mendorong kreativitas pemuda melalui pelatihan-pelatihan di bidang usaha ekonomi mikro. Hal ini menurutnya, menjadi solusi untuk meningkatkan sumber daya pemuda dan membuka lapangan pekerjaan.

“Saya contohkan seperti teman-teman PK Palibelo yang begitu luar biasa. Mereka sangat kreatif dan ini perlu kita contoh bersama,” ujarnya.

Selain dua hal ini, Dae Ade juga akan menyiapkan berbagai program lainnya untuk KNPI tiga tahun ke depan. Namun, hal ini diakuinya tidak akan terwujud tanpa kerjasama pengurus, OKP maupun PK.

“Karena itu, saya mengajak mari kita bersatu. Musda sudah selesai, tidak lagi ada lagi perbedaan diantara kita,” kata Dae Ade.

*Kahaba-03  

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *