Kerugian Negara Kasus SMA 5 Ditaksir Rp 500 Juta

Kota Bima, Kahaba.- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima sedang menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi sejumlah item bantuan di SMA 5 Kota Bima, baik bersumber dari APBD maupun APBN. Dalam bidikan tersebut, Kajari menengarai kerugian negara dalam kasus tersebut ditaksir lebih kurang Rp 500 juta. (Baca. Jaksa Bidik Dugaan Kasus SMA 5 Kota Bima)

Kajari Bima Widagdo Mulyono Petrus saat menggelar konferensi pers. Foto: Bin

Kajari Bima Widagdo Mulyono Petrus kepada sejumlah wartawan Kamis (13/4) membeberkan kejanggalan pengelolaan anggaran di sekolah setempat. Sejumlah item pekerjaan seperti anggaran kesenian, BOS dan bantuan tidak langsung, baik bersumber dari APBN maupun APBD.

“Dari pagu anggaran Miliaran diduga ada kerugian negara ditaksir capai Rp 500 juta,” bebernya.

Untuk saat ini lanjut dia, pihak Jaksa belum mengantungi calon tersangka. Sebab, dalam penyelidikan kasus ini masih bersifat umum. Dalam rangka membidik calon tersangka dan mengumpulkan alat bukti, agar unsur pidana dapat dikantungi juga.

“Untuk calon tersangka belum bisa dibeberkan,” pungkas Widagdo.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *