Reses di Lela Jatibaru, Warga Minta Raskin dan Bedah Rumah

Kota Bima, Kahaba.- Hari kedua reses masa sidang pertama tahun 2017, anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota menyambangi warga di lingkungan Lela Kelurahan Jatibaru, Jumat (21/4) siang. Sejumlah aspirasi warga pun dicatat oleh para wakil rakyat tersebut.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota tinjau talud usai reses di Lela Jatibaru. Foto: Bin

Lurah Jatibaru Tasrif mengawali pertemuan menjelaskan, hasil reses dewan Dapil Asakota tahun 2015 dan 2016, sudah banyak terealisasi. Sejumlah item pekerjaan fisik seperti Irigasi So Lela dan So Kawinda, kemudian irigasi di Jatibaru juga ada 3 item dilaksanakan tahun 2016.

Tidak hanya itu, peningkatan jalan lingkar lingkungan Spaga sudah dikerjakan. Kemudian jalan lingkar Jatibaru bagian timur, jembatan penghubung lingkungan Spaga dan lingkungan Lela serta  pengadaan air bersih di RT 24 dan 23 juga dilaksanakan.

“Artinya, reses ini tidak percuma. Wakil kita yang duduk di dewan ini sudah berjuang dan merealisasikan janjinya,” ucapnya dihadapan warga.

Diakui Tasrif, masih banyak pekerjaan hasil serap aspirasi reses yang sudah dilakukan, hanya saja ia tidak bisa menyebutnya satu-persatu. Berkat kerja dan perjuangan dewan Dapil Asakota, kebutuhan  warga yang bersifat umum bisa terpenuhi.

“Untuk itu, momen pertemuan reses ini juga saya berharap bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Minta lah apa yang menjadi kebutuhan kita di Lela,” harapnya.

Pada momen penyampaian aspirasi, banyak warga yang meminta sejumlah kebutuhan penting yang bersifat umum. Seperti yang disampaikan Bambang Abakar, mewakili warga miskin ia meminta agar dilanjutkan program bedah rumah. Sebab hingga saat ini, program tersebut terhenti dan terlantar.

Tidak hanya itu, dirinya meminta agar distribusi Beras Miskin (Raskin) bisa segera dilanjutkan. Karena sudah lama Raskin tidak keluar di Lingkungan Lela.

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota di Lela Kelurahan Jatibaru. Foto: Bin

“Kami juga meminta soal kesehatan BPJS, belum banyak yang belum dapat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Yamin meminta agar dewan mengundang Kepala Dinas Tata Kota, terkait pekerjaan rumah tidak layak huni. Pasalnya kegiatan tersebut terlantar dan harus dilanjutkan. Kemudian Nahrudin, memohon agar pekerjaan irigasi di Jatiwangi dikawal.

Anggota DPRD Kota Bima, M. Nor yang ditunjuk menjadi pembicara mengaku, aspirasi yang disampaikan oleh warga akan diperjuangkan. Jika tidak lolos pada anggaran perubahan tahun 2017, maka akan diupayakan masuk pada APBD tahun 2018.

“Soal program bedah rumah dan Raskin, secepatnya akan kami koordinasikan dengan dinas terkait,” janjinya.

Diakui duta PAN itu, aspirasi warga penting untuk diperjuangkan. Sebab, selama pihaknya reses di sejumlah Kelurahan Jatiwangi, telah banyak yang terealisasikan. Artinya, dengan semangat pengabdian, ia bersama 4 orang  rekannya di Dapil I akan semaksimal mungkin bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Makanya kesempatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk warga Lela sampaikan aspirasi. Insya Allah, aspirasi ini akan kami perjuangkan,” janjinya.

Usai Reses, anggota DPRD Kota Bima Dapil I diajak oleh warga untuk melihat kondisi aspirasi yang telah disampaikan. Seperti melihat kondisi talud di sungai Lela yang butuh untuk dilakukan normalisasi.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *