Bupati Bima Buka Sosialisasi PUGAR Tahun 2017

Bima, Kahaba.- Guna mendukung pengembangan usaha garam rakyat, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Bima menggelar sosialisasi Program Garam Usaha Garam Rakyat (Pugar) 2017 bersama para kelompok petani garam rakyat, di aula gedung PKK Kabupaten Bima, Jumat (21/4).

Bupati Bima saat menyampaikan sambutan pada sosialisasi PUGAR Tahun 2017. Foto: Eric

Kepala DKP Kabupaten Bima Hj. Nurma dalam laporannya menyampaikan, tujuan sosialisasi untuk memberikan penjelasan, terkait kebijakan pemerintah dalam pengembangan usaha garam rakyat. Kemudian menyiapkan kelompok petani garam menuju kesehjahteraan, melalui pemberian materi tentang manajemen kelompok yang baik dan benar.

“Sosialisasi ini ditujukan kepada kelompok petani garam, agar dapat memahami cara mengolah garam dengan baik dan benar. Guna meningkatkan produktivitas dan kualitas garam serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sosialisasi ini pula, turut di ikuti 40 peserta yang terdiri dari perwakilan dari pengurus kelompok tani garam, pengurus koperasi industri garam, perangkat kecamatan maupun perangkat desa.

Kepada para petani garam Nurma berharap agar dapat menyerap dengan baik materi yang disampaikan pemateri. Agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sukses dan produksi garam meningkat, serta mempunyai kualitas nomor satu.

Sementara itu Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Puteri dalam sambutannya menyampaikan, wilayah Kabupaten Bima sangat luas. Selain menghasilkan produksi pertanian, juga mempunyai potensi penghasil garam yang sangat banyak.

Saat ini, perkembangan PUGAR mencakup 1.163 Ha, dari total luas lahan non PUGAR mencapai 1.733 Ha atau masih tersisa lahan produksi lahan non pugar sebesar 569 Ha. Kemudian ditambah dengan potensi untuk pengembangan garam seluas 2.335 Ha, yang telah dilaksanakan di Kecamatan Monta dengan jumlah petani garam 1500 orang.

“Melalui hadirnya program PUGAR secara bertahap ini, mampu meningkatkan produksi garam 90 ton setiap hektarnya dalam setahun,” harapnya.

Bupati menjelaskan, dalam meningkatkan kualitas produksi garam rakyat. Pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan dana bagi pengolahan dari garam non yodium, menjadi garam beryodium untuk memenuhi permintaan garam.

“Pemerintah daerah berkomitmen tetap mendorong dan berupaya keras, agar program ini dapat terlaksana oleh kelompok PUGAR secara mandiri,” tandasnya.

Pemerintah daerah juga berterimakasih atas dukungan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang telah mengalokasikan dana PUGAR yang cukup besar setiap tahunnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *