Warga Mande Tagih Janji Dewan Soal Tanah Kuburan dan Bantuan KUBe

Kota Bima, Kahaba.- Menutup kegiatan reses masa sidang I Dapil II Kecamatan Rasanae Barat dan Mpunda, Anggota DPRD Kota Bima Dapil II memilih di di Kelurahan Mande dan Sadia, Jumat (21/4). Beragam aspirasi pun diserap para wakilrakyat tersebut.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil II saat Reses di Kelurahan Mande dan Sadia. Foto: Eric

“Kami hadir menyerap aspirasi masyarakat, untuk diperjuangkan dan terealisasi pada APBD,” ujar Anggota DPRD Kota Bima Taufik HA. Karim membuka sambutannya.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan reses kata dia, di Kelurahan Mande dan Sadia merupakan hari terakhir. Setelah sebelumnya menyerap aspirasi di Kelurahan Monggonao dan Manggemaci, lalu Kelurahan Sarae dan Kelurahan Nae

Pada kesempatan sesi penyampaian aspirasi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Mande Amirudin menagih janji anggota dewan, yang dua tahun lalu siap mencarikan lahan pertanahan untuk dijadikan kuburan. Sebab kondisi tanah pekuburan di Mande saat ini sudah mulai penuh.

“Dengan hormat kami meminta kepada 11 anggota dewan segera mencari solusi lahan pertanahan kuburan. Karena saat ini bila ada warga yang meninggal, kadang kami harus menguburkan jenazah di kelurahan Sadia,” ujarnya.

Kemudian Amir menambahkan, masyarakat Kelurahan Sadia dan Mande sebagian besar dari kaum wanita merupakan pedagang perkiosan dan bakulan, yang membutuhkan perhatian berupa bantuan modal.

Saat diterpa banjir bandang, banyak kerugian yang dialami pedagang. Selain peralatan rumah tangga hanyut, juga kekurang modal karena harus dipakai memperbaiki rumah. Untuk itu diminta dewan menyikapi, dan membantu pedagang tersebut.

Kemudian tokoh masyarakat Kelurahan Sadia Mustamin Yasin meminta anggota dewan segera menegur pekerja proyek penggalian drainase. Sebab pasca banjir bandang, penggalian tanpa arah dan tidak menentu.

Warga saat menyampaikan aspirasi dihadapan para wakilra rakyat. Foto: Eric

“Coba bapak dan ibu anggota dewan melewati jalan Gatot Soebroto, parit yang digali kontraktor tanpa arah yang jelas. Justeru yang ada buat masyarakat menderita. Hujan sebentar saja rumah kami sudah terendam banjir, karena parit yang gali tidak ada ujung pangkalnya,” sorotnya.

Menanggapi sorotan dan permohonan bantuan dari masyarakat itu. Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofyian beranji akan memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi yang telah disampaikan. Tentunya selaku pihak legislatif, akan berkoordinasi dan komunikasi yang intens dengan ekskutif, guna menyelaraskan keinginan dan kebutuhan warga dapat tercapai untuk kepentingan umum.

Terkait permintaan lahan pertanahan baru untuk kuburan, legislatif siap membantu secara maksimal. Tentunya masyarakat terlebih dahulu berdiskusi dengan lurah, kemudian menuangkan dalam sebuah proposal. Lalu dirapatkan dengan TAPD, kemudian dituangkan dalam sebuah program dan kami akan segera meresponnya.

“Bila semua proses tersebut sudah dilalui, maka lahan pertanahan kuburan dapat diperjuangkan untuk terealisasi. Tentunya luas tanah yang akan dibebaskan, akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” janjinya.

Kemudian mengenai bantuan dana bagi pedagang kios dan bakulan, akan dibantu oleh pihak dewan. Asalkan masyarakat dapat membuat proposal kelompok KUBe, kemudian diajukan kepada SKPD terkait seperti Diskoperindag maupun Dina sosial lalu ditembuskan kepada kami. Agar dapat memperjuangkan, sekaligus mengawal proses bantuan tersebut.

“Proposal yang dibuat sebagai prosedur dasar, agar dana bantuan maupun peralatan perlengkapan memasak dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah. Dan kami siap membantu, dan mengawal setiap prosesnya,” tegasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *