Protes Pelantikan Sakura, Bendera Demokrat Dibakar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Aksi puluhan warga dari Desa Sai Kecamatan Soromandi menolak pelantikan Sakura H. Abidin sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bima, Selasa (25/4) siang berakhir ricuh.  (Baca. Sakura Dilantik, Warga Soromandi Ricuh)

Massa yang menolak pelantikan Sakura saat membakar Bendera Partai Demokrat. Foto: Ady

Sebagai bentuk protes atas dilengserkannya Samsul M. Nor melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW), warga membakar bendera Partai Demokrat di Halaman Kantor DPRD. Kaca kantor juga tak luput dari sasaran emosi. (Baca. Ricuh Pelantikan Sakura, 3 Warga Diamankan)

Koordinator Aksi, Budiman dalam pernyataannya menegaskan menolak pelantikan Sakura H. Abidin. Ia menuding telah terjadi diskriminasi dalam proses PAW diinternal partai terhadap Samsul M. Nor.

“Berdasarkan kajian yuridis kami bahwa Samsul tidak pernah melakukan pelanggaran apapun, baik secara AD ART Partai Demokrat maupun undang-undang,” sorotnya.

Selain itu, penggantian Samsul menurutnya sangatlah merugikan masyarakat Donggo dan Soromandi, khususnya warga Sai yang mengutus Samsul sebagai wakil di DPRD Kabupaten Bima.

“Kami meminta Mahkamah Partai Demokrat untuk mencabut SK pemecatan terhadap Samsul M Nor karena bukti pelanggaran dari Sakura hasil rekayasa,” tudingnya.

Pengamanan aksi dipimpin langsung Kapolres Bima Kabupaten, M Eka Faturrahman. Sedikitnya 3 oknum warga diamankan saat kericuhan terjadi. Menyusul setelah itu, Kepolisian juga mengangkut semua warga yang aksi untuk diamankan dan dimintai keterangan atas kerusakan beberapa fasilitas Kantor DPRD.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *