Jelang Pilkada, PKP Indonesia Terus Bangun Komunikasi

Kota Bima, Kahaba.- Semua partai politik di Kota Bima kini terus bekerja. Membangun komunikasi dan koordinasi, guna mengusung figur pada suksesi Pilkada tahun 2018 mendatang. Tidak ketinggalan dari PKP Indonesia Kota Bima.

Anggota DPRD Kota Bima dari Komisi III Nazamudin. Foto: Eric

Sejauh ini, partai besutan mantan Danjen Kopassus Sutioyo itu telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai dan bakal calon. Hanya saja, masih butuh waktu untuk menentukan sikap mendorong siapa figur dimaksud.

“Kami sudah bicara, baik dengan parpol lain dan bakal calon. Saat ini masih massa penjajakan,” ujar Ketua PKP Indonesia Nazamudin, Selasa (25/4).

Untuk mengukur keseriusan komunikasi tersebut kata Nazamudin, PKPI akan membuka pendaftaran bakal calon, dengan syarat yang sudah ditetapkan oleh partai. Dari pendaftaran tersebut, maka partai akan menentukan sikap.

Ditanya apakah PKP Indonesia juga akan mendorong kader sendiri untuk ikut? pria yang juga anggota dewan Kota Bima itu menjawab, jika bicara keinginan itu, maka semua partai tentu memiliki keinginan tersebut. Hanya saja, harus terukur.

“PKPI sadar dengan satu kursi, bukan berarti tidak mungkin untuk mengusung kader sendiri. Tapi masih banyak hal yang harus menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Seperti apa calon yang diinginkan oleh PKP Indonesia, Nazamuddin menjawab dengan lebih menyampaikan apresiasi untuk putra terbaik daerah, baik yang di luar maupun di dalam daerah yang memiliki niat untuk maju. Sebagai politisi, tentu pihaknya menginginkan figur yang memiliki kemampuan disegala aspek. Figur yang memiliki kepekaan terhadap pelayanan. Berpengalaman di bidang pemerintahan, memiliki komitmen yang kuat, membangun daerah dan rakyatnya.

“Intinya PKP Indonesia akan mendorong figur bakal calon kepala daerah yang memiliki keberpihakan terhadap rakyat,” tandasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *