Foto Anak Dianiaya Viral di Medsos, Begini Penjelasan Keluarga

Kota Bima, Kahaba.- Pihak keluarga anak korban dugaan penganiayaan oleh bapak kandung asal Kelurahan Tanjung menyampaikan klarifikasi terkait foto yang viral di media sosial. Seperti dalam foto yang beredar digambarkan bocah 8 tahun tersebut menderita sejumlah luka dan diduga dianiaya bapaknya. (Baca. Ini Keterlaluan, Anak Disiksa Hingga Babak Belur)

Keluarga bocah inisial A saat mendatangi LPA Kota Bima. Foto: Ady

Terkait hal ini, Rosi, bibi korban atau adik bapak korban mendatangi Sekretariat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima kemarin didampingi dua keluarga lainnya dan korban inisial A. (Baca. LPA Tangani Bocah Korban Aniaya, Besok Bapaknya Dilapor Polisi

Mewakili bapak korban, Rosi secara tegas membantah kebenaran foto itu. Menurut dia, dari foto yang viral hanya wajah keponakannya yang benar. Sementara foto punggung yang mengalami sejumlah luka bukan foto asli atau foto orang lain yang digabung bersama foto A.

“Untuk foto yang beredar di medsos kami tidak setuju dan keberatan. Setiap kali A (inisial) ke rumah tidak pernah ada luka seperti itu,” bantah Rosi. (Baca. LPA Laporkan Bapak Kandung Aniaya Anak)

Ia juga mengaku, tidak ada tindak penganiayaan yang dilakukan kakaknya hingga menyebabkan A terluka. Kalaupun dipukul kata dia, tidak pernah keras dan tidak lebih hanya untuk mendidik karena nakal.

“Namanya anak-anak ya nakal, apalagi anak laki-laki. Dia kemarin terjatuh sendiri. Bapaknya ke rumah bawa dia, ya kita obati. Masa anak sendiri mau kita bunuh dan melihat dia dalam keadaan terluka begitu,” akunya. (Baca. Bapak Aniaya Anak Kandung dengan Cara Keji Dikecam Walikota Bima

Mengenai penyebar foto pertama, Rosi menyebut itu bukan pihak keluarga A. Sebab usai keponakannya terjatuh dan mengalami lecet, langsung diantarkan bapaknya untuk diobati. Namun belakangan Halimah, ibu kandung A keberatan anaknya diobati karena menduga pihak keluarga ingin menghilangkan luka A.

Kemudian soal Halimah bersama LPA yang melaporkan suaminya ke pihak Kepolisian dipersilahkannya. Ia dan keluarga siap menghadapi dan akan menyampaikan banding.

Rosi mengungkapkan, A merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Selama ini selalu dirawat dengan baik oleh bapaknya. Justru Ia balik menuding, Halimah tidak menjaga anaknya dengan baik. Bahkan, sejak mencuatnya kasus A sang ibu tidak pernah menampakkan diri.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *