Rumah Pintar Pemilu “Lawata” Diresmikan

Kota Bima, Kahaba.- Rumah Pintar Pemilu Kota Bima “Lawata” diresmikan di kantor KPU Kota Bima, Rabu (26/4). Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Ketua KPU Provinsi NTB Lalu Ansyar Ansyori, didampingi Wakil Walikota Bima, Wakil Ketua DPRD Kota Bima, dan Ketua KPU Kota Bima Bukhori. Kegiatan ini juga diluncurkan aplikasi Rumah Pintar Pemilu online.

Rumah Pintar Pemilu Lawata saat diresmikan. Foto: Hum

Hadir para pimpinan parpol, Ketua KPU Kabupaten Bima, Ketua KPU Kabupaten Dompu, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, Kepala SMA sederajat di Kota Bima dan Ketua Osis beberapa sekolah.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari menjelaskan, di Rumah Pintar Pemilu (RPP) “Lawata”, masyarakat bisa melihat tata cara atau proses pemilihan umum yang ditampilkan secara visual, melalui layar lebar dan dilengkapi dengan alat peraga yang mirip dengan kondisi nyata tempat pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Selain itu, juga dipajang berbagai informasi serta sejarah pemilu yang pernah digelar selama terbentuknya Kota Bima.

“RPP Lawata juga diharapkan bisa menjadi media pendidikan politik yang baik, khususnya untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi,” ucapnya.

Dijelaskan Bukhari, rumah pintar dihajatkan untuk lebih meramaikan proses demokrasi yang sesungguhnya. Hal ini juga menjawab kebutuhan masyarakat dan mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai pemilu. Materi yang disajikan juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi.

Sementara itu, Wakil Walikota H. Arahman H.Abidin berharap agar gaung RPP ini tidak hanya terbatas pada seremoni peresmiannya saja, tapi pemanfaatannya harus optimal.

“Saya berharap masyarakat Kota Bima semakin paham mengenai proses berdemokrasi yang baik. Rumah Pintar Pemilu ini bisa menjadi sarana untuk mencerahkan, mengedukasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat Kota Bima”, ujar Wakil Walikota.

Senada yang disampaikan oleh Wakil Walikota, Ketua KPU Provinsi NTB Lalu Ansyar Ansyori mengharapkan RPP Kota Bima bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan bertukar pikiran mengenai berbagai persoalan demokrasi yang ada.

Ia mengapresiasi KPU Kota Bima yang mengubah image menjadi bukan sekedar kantor, melainkan menjadi “Lawata” (yang dalam bahasa Bima berarti “pintu”) yang dibuka seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menggali informasi yang ada, khususnya tentang sejarah penyelenggaraan pemilu.

“Hal ini bisa kita wariskan kepada generasi yang akan datang sebagai hal yang baik dan membanggakan,” puji Ketua KPU Provinsi NTB.

Dijelaskannya, untuk Kota Bima tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu tahun 2013 lalu sangat tinggi yakni sebesar 81 persen. Kedepannya KPU Provinsi tidak hanya mengacu pada tingkat partisipasi.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *