Akan Digeser Sakura, Nukrah Isyaratkan tidak Ingin Diganti

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima utusan Partai Demokrat, Nukrah menanggapi dingin rencana Sakura H. Abidin untuk menggesernya dari kursi pimpinan dewan. Menurut politisi asal Langgudu ini, ada mekanisme pergantian pimpinan yang telah diatur diinternal DPRD. (Baca. Setelah Depak Samsul, Sakura Bakal Geser Nukrah dari Wakil Ketua DPRD)

Sakura H. Abidin dan Nukrah. Foto: Dok. Kahaba.net

Dalam aturan kata Nukrah, jelas bahwa sesungguhnya mekanisme pergantian pimpinan dewan itu ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Yakni apabila anggota dewan meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan dari keanggotaan dewan.

“Tergantung nanti komunikasinya seperti apa. Intinya, mekanisme pergantian pimpinan harus memenuhi syarat itu,” jelas dia disela sidang paripurna, Kamis (27/4) siang.

Saat ditanya terkait surat pernyataan siap digantikan sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima yang telah dibuatnya apabila Sakura dilantik menggantikan Samsul M Nor, Nukrah malah balik bertanya kepada media.

“Surat pernyataan seperti apa?,” tanya Nukrah sambil tertawa.

Menurut dia, kalau menyerahkan surat pernyataan siap diganti tidak berarti mengundurkan diri. Hal ini berarti, surat pernyataan tersebut dianggapnya belum memenuhi syarat pergantian dirinya.

Soal apakah ketua partai lantas menempati posisi tertinggi di DPRD, menurut Nurkah tidak juga. Sebab buktinya, PAN sampai hari ini belum diisi ketua partai. Kembali Ia menegaskan bahwa ada mekanisme pergantian pimpinan di DPRD dan ada pembicaraan.

Sementara pasca Pergantian Antar Waktu (PAW) Samsul oleh Sakura, belum ada pembicaraan dengannya.

“Kita ini kan petugas partai. Soal nanti siap diganti, kita lihat. Itu kan diinternal,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Sakura H. Abidin yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima saat dikonfirmasi kembali tetap pada pernyataan awal. Diakuinya, Nukrah sudah tidak ada masalah dan sejak awal sudah menandatangani surat pernyataan siap diganti di atas kertas bermaterai.

“Sesegara mungkin kita akan lakukan rapat internal partai,” tegas Sakura yang mulai mengikuti sidang paripurna untuk pertama kalinya di DPRD Kabupaten Bima usai dilantik.

Soal mekanisme dan aturan pergantian yang disampaikan Nukrah lanjut dia, sudah dipelajarinya semua. Sebab Ia menjabat Anggota Dewan bukan pertama kali karena sebelumnya pernah di DPRD Kota Bima juga.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *