Karyawan Minta Direktur PD Wawo Dicopot

Kabupaten Bima, Kahaba.- Beragam persoalan yang terjadi dalam tubuh PD Wawo, mengharuskan karyawan perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan secara kolektif. Mereka meminta Bupati Bima agar Direktur PD Wawo dicopot dari jabatannya. Sebab, masalah yang muncul diduga akibat ulah Direktur perusahaan tersebut.

Karyawan PD Wawo saat segel kantor. Foto: Deno

Kabag pemasaran PD Wawo Sudirman saat konferensi pers menyampaikan, cara kerja Direktur PD Wawo AA telah membuat kegaduhan perusahaan setempat. Karyawan pun merasa kecewa, karena pimpinan perusahaan tersebut tidak transparan dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Sehingga mengakibatkan karyawan tidak menerima gaji dan tunjangan lainnya selama tiga bulan.

“Bayangkan modal yang dikucurkan pemerintah daerah selama tiga tahun sebanyak Rp 550 juta. Sementara pengelolaan selama 3 tahun, diperoleh untung sebanyak Rp 1,1 Miliar. Jika digabungkan dengan modal awal, maka uang perusahaan mencapai Rp 1.650.000.000,” sebutnya, Jum’at (28/04).

Namun sambungnya, hingga hari ini modal beserta keuntungan tersebut hanya tersisa Rp 1 juta. Lantaran diduga disalahgunakan oleh AA, selaku pimpinan perusahaan. Untuk itu, pihaknya sepakat meminta agar AA dicopot dari jabatannya. Karena kepercayaan untuk memimpin perusahaan tersebut sudah tidak ada lagi.

“Kami meminta agar AA dicopot secara tidak terhormat. Jika AA masih memimpin PD Wawo,maka perusahaan tersebut akan semakin hancur,” tegasnya.

Menurut mereka, AA bukan pemimpin yang baik dan tidak pantas memimpin perusahaan tersebut. Jika memimpin perusahaan dengan cara dan selera gaya kepemimpinan sendiri, dan tidak melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh karyawan, maka iklim kerja yang baik dan arah perusahaan tidak bisa berkembang.

Sementara itu, Dikretur PD Wawo AA yang berulang kali dihubungi via telepon untuk dimintai tanggapan tidak ada tanggapan. Beberapa kali juga didatangi di kantornya, tidak berada di tempat.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *