Panggita Mbojo Gandeng Circle-K Ajak Masyarakat Tanam Pohon

Kota Bima, Kahaba.- Berangkat dari rasa kepedulian terhadap banyaknya hutan gundul akibat pembalakan liar, Komunitas Panggita Mbozo bersama dengan komunitas NOL sampah dari Kota Bandung dan Surabaya melakukan sosialisasi bahaya sampah plastik, di Museum ASI Mbojo, Senin (1/5).

Sosialisasi bahaya sampah plastik yang digelar Panggita Mbozo. Foto: Eric

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bima serta relawan Tim Siaga Bencana Kelurahan (TSBK).

Ketua Komunitas Panggita Mbozo Herman menjelaskan, banjir bandang yang menerjang Kota Bima sebanyak 4 kali sudah cukup memberikan pelajaran berharga buat masyarakat. Bahwa penyebab utama bencana itu, terjadi akibat ulah tangan manusia yaitu hutan yang telah gundul disertai buang sampah sembarangan.

Guna mengantisipasi terjadinya banjir, maka diperlukan sebuah aksi nyata sebagai masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Untuk bersama melindungi kelestarian hutan, serta kembali mensosialisasikan bahaya membuang sampah sembarangan.

“Kami mengajak seluruh komunitas masyarakat dan juga pelajar dimanapun berada, untuk melakukan penghijauan kembali hutan yang telah gundul di Kota Bima,” katanya.

Maka dari itu ungkap pria juga yang mengajar di SMKN 3 Kota Bima itu, melalui kegiatan sosialisasi ini dapat mengerti dan memahami bahwa kelestarian alam merupakan tugas dan tanggungjawab bersama. Sebab jika tidak dilakukan mulai saat ini, lalu kapan lagi.

Melalui tema “Bima Darurat Pohon”, pihaknya mengajak peserta bersama masyarakat besok Selasa (2/5) untuk melakukan aksi penanaman pohon  di lahan percontohan So Tampela Lingkungan Kedo Kelurahan Jatiwangi. Karena bila dilihat dari secara keseluruhan kondisi hutan, 80 persen telah gundul dan rusak.

“Aksi ini murni mengajak masyarakat untuk menanam kembali pohon di hutan yang telah gundul. Agar dapat menyerap air hujan dalam jumlah banyak, sehingga mampu menjaga ketersediaan air dan kesuburan tanah. Serta menciptakan wilayah serapan air, sehingga dapat membantu pengurangan dampak perubahan iklim,” bebernya.

Sementara itu anggota Circle-K Adit menambahkan, kedatangannya di Kota Bima berangkat dari komunikasi dan koordinasi dengan jajaran panitia, untuk memberikan beberapa materi tentang sosialisasi penanaman pohon serta pemaparan kampanye 0 sampah.

“Bila kita melindungi dan melestarikan hutan, maka bencana banjir seperti kemarin dapat diminimalisir dan bahkan tidak kembali terjadi,” imbuhnya.

*Kahaba-04  

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *