Lestarikan Hutan, Orang-Orang ini Tanam Pohon di So Tampela

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sehari sebelumnya menggelar sosialisasi pemanfaatan penghijauan dan bahaya sampah di Museum ASI Mbojo. Komunitas Panggita Mbozo bersama Circle-K, TNI, Polri, TSBK dan pelajar menanam ratusan pohon di So Tampela Kelurahan Jatiwangi, Selasa (2/5).

Foto bersama Komunitas Panggita Mbojo bersama Circle-K, TNI, Polri, TSBK dan Pelajar saat tanam pohon di So Tampela. Foto: Eric

Aksi penanaman tersebut sebagai wujud dan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan fungsi hutan.

Anggota Komunitas Panggita Mbozo Abdul Faruk menjelaskan, banjir bandang yang telah terjadi di Kota Bima selama 4 kali, cukup memberikan gambaran dan bukti. Hutan telah banyak yang rusak, akibat pembalakan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi kondisi hutan perlu ditanam kembali, untuk mengembalikan kondisi hutan sebagaiman mestinya,” ujar Faruk.

Kata dia, aksi penghijauan merupakan gagasan dan ide untuk mengajak masyarakat peduli dan cinta akan kelestarian hutan. Sebaba, bila menengok kebelakang bencana alam yang terjadi karena faktor lemahnya kontrol masyarakat untuk mencegah terjadinya penggundulan hutan secara massif.

“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk ril dalam upaya penyelamatan alam. Serta bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, dan ekosistem yang ada didalam,” jelasnya.

Faruk pun mengapresiasi dan berterimakasih terhadap aparat TNI, Polri, TSBK hingga pelajar yang turut memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran. Sehingga pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses, sehingga misi bersama dalam menjaga hutan dapat terjalin dengan baik.

Sementara itu Danramil Bima Kapten Inf. Nasaruddin didampingi Kapolsek Rasanae Barat Kompol H. Jamaluddin menyampaikan terimakasih kepada jajaran komunitas pencinta alam, maupun circle-K yang jauh datang dari Kota Bandung dan Surabaya menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian hutan di Kota Bima.

Aksi kepedulian ini tentunya akan dukung penuh, karena dapat membantu daerah terhindar dari bencana alam. Apalagi melalui aksi penanaman massal ini, dapat mempercepat upaya memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan serta mengurangi pemanasan global.

Selain itu, sambung Nasaruddin, melalui aksi penanaman pohon ini dapat memberikan contoh kepada masyarakat. Untuk kembali membudayakan menanam pohon, dengan tujuan jangka panjang demi tercapainya kelestarian lingkungan hidup.

“Hutan merupakan tempat hidupnya berjuta ekosistem, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk melindunginya. Demi kebaikan anak cucu kelak, sehingga terhindar dari bencana alam,” tandasnya.

Pantauan wartawan, ada lima jenis tanaman pohon ditanam dilahan seperti Kemiri, Matoa (Kelengkeng Papua), Jeruk, kelor dan Bambu. Penanaman jenis tanaman tersebut mempunyai fungsi yang berbeda, mulai dari menyerap, melindungi, maupun menyimpan air dalam waktu yang lama. Sehingga tanaman yang telah ditanam, dapat bermanfaat dalam jangka panjang, baik dari segi konsumsi, hingga bahan dasar obat-obatan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *