4 Buku Sastra Diluncurkan, Ini Cerita Penulisnya

Kahaba, Kota Bima.- 4 buku sastra karya Penulis Bima dilaunching (diluncurkan) di Gedung Convention Hall Paruga Na’e Kota Bima secara bersamaan, Selasa (2/5) pagi. Kegiatan ini sekaligus untuk menggaungkan budaya literasi di Kota Bima. (Baca. 4 Buku Sastra Karya Putra Daerah Bima Diluncurkan)

Foto bersama penulis buku sastra dengan pengunjung saat peluncuran 4 buku sastra. Foto: Yadien

Peluncuran buku dibuka Asisten II Setda Kota Bima, H Syamsudin. Dihadiri langsung keempat penulis buku, pimpinan penerbit buku dari Genta Press, pelajar dan mahasiswa.

Empat buku sastra tersebut, yakni Menolak Menjadi Manusia Palsu karya Dylla Lalat, Penenun Matahari karya S. Samada, Kumpulan Cerpen Sais karya Asikin Rasila, dan Kabar Dari Teluk Antologi Puisi dan Fotografi dari 38 penulis dan enam Fotografer Bima.

Pada kesempatan itu, masing-masing penulis buku bercerita tentang proses  perjalanan berkarya dalam menulis hingga menjadi buku yang dinikmati pembaca .

Asikin, Penulis Buku Sais bercerita bahwa ide untuk menulis buku tersebut bermula sejak lama. Saat sepeda motor mulai masuk dan menjamurnya dealer motor di Bima.

“Ide menulis buku ini sudah lama. Waktu itu mulai masuk motor di Bima dan menjamurnya dealer,” ujarnya.

Kesan yang menarik pada waktu itu dan memotivasinya menulis buku Sais, lantara menemukan seseorang yang menjual benhurnya untuk uang muka kredit motor. “Ada yang sampai jual benhur untuk ngredit motor juga,” cerita dia.

Sementara Dila Lalat, Penulis Buku Menolak Menjadi Manusia Palsu punya cerita lain. Ide menulis bukunya bermula sejak sepuluh tahun lalu. Waktu itu banyak hal dan kegundahan yang dirasakannya. Bahkan judulnya Ia tulis waktu itu dan dimasukan dalam buku harian.

“Judul ini saya tulis sejak sepuluh tahun lalu dan saya selipkan di catatan harian saya,” ceritanya.

Kemudian Husain La Odet yang menjadi inisiator penggarapan Antologi Puisigrafi Kabar Dari Teluk membeberkan isi yang ada dalam buku tersebut. Menurutnya buku tersebut merupakan kumpulan keresahan, kegundahan dan kecintaan puluhan penulis yang ada di dalamnya serta fotografer yang terlibat.

Ada banyak tulisan masuk dan dikirim penulis, namun yang lolos kurasi hanya tulisan-tulisan yang dimuat sekarang ini. “Ada banyak tulisan dari banyak penulis bahkan yang dari luar bima, tapi hanya ini yang lolos tahap kurasi,” kata Odet, sapaan akrabnya.

Sementara Samada, Penulis Buku Penenun Matahari tidak sempat memberikan komentar tentang bukunya karena harus segera ke luar kota.

Empat buku sastra karya penulis Bima ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pencinta sastra di Bima.

*Kahaba-C10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *