LMND Tolak Kehadiran Alfamart, Ini Jawaban Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Memperingati Hari May Day (Hari buruh) Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kota Bima, Selasa (2/5) pagi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bima.

LMND saat turun demonstrasi hari buruh. Foto: Deno

Sebelum aksi di depan Kantor Walikota Bima, massa menyampaikan orasi di perempatan Gunung Dua dan membakar ban bekas sebagai bentuk protesnya terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Terutama penolakan soal rencana Walikota Bima menghadirkan Alfamart di Kota Bima.

Koordinator Aksi, Badriawan menilai, Pemerintah Kota Bima tidak memiliki konsep tata pemerintahan yang ideal dalam membangun daerah dan menyelamatkan ekonomi rakyat. Salah satunya, program perbaikan drainase yang tidak tuntas dan lamban dilakukan menunjukan sikap acuh tak acuh dalam menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda masyarakat.

Selain itu, Ia juga menuding pemerintah memiliki kebijakan yang merugikan para pedagang lokal dan kaki lima. Hal ini terlihat dengan adanya rencana menghadirkan mini market Alfa Mart yang akan ditempatkan di 15 titik.

“Kami menduga kuat kalau pemerintah sudah membangun konspirasi jahat dengan para pemilik modal dengan mengabaikan kewajiban dan sumpah jabatannya untuk menyelamatkan ekonomi rakyat dari kesengsaraan,” tudingnya.

Beberapa saat usai berorasi, massa aksi diterima Walikota Bima untuk beraudiensi di dalam Kantor Pemerintah Kota Bima menyampaikan pendapat dan tuntutan.

Dalam penjelasannnya, Walikota Bima, HM Qurais H Abidin seperti dikutip melalui Plt Kabag Humas dan Protokol Setda, Syahrial Nuryadin saat menerima LMND mengaku bahwa Alfa Mart sudah sejak 7 tahun lalu ingin masuk ke Kota Bima. Namun melihat perkembangan perekonomian daerah, 7 tahun lalu Alfa Mart belum dibutuhkan oleh masyarakat.

“Alfa mart tahun ini minta pembangunan 30 unit, tapi ditolak karena sangat banyak. Sehingga hanya bisa terima 15 unit, dan pekerjanya harus dari orang bima semua,” terang Walikota Bima dikutip dari Syahrial.

Suami dari Yani Marlina itu mengakui bahwa proses ijin Alfa Mart masih dipikirkan terlebih dulu, karena pemerintah juga sedang membuat perda. Meskipun berdasarkan pertimbangan, saat ini belum ada retail yang buka selama 24 jam, sementara kebutuhan konsumsi di Kota semakin tinggi setiap tahunnya.

“Saya akan melakukan survei, kalau lebih banyak baiknya, akan diterima, kalau lebih banyak mudahratnya akan ditinjau kembali,” imbuhnya.

Walikota berharap, setiap tahun perkembangan perekonomian masyarakat kota bima bisa terus berkembang. Tentunya dengan kehadiran retail, tetap akan menjadi atensi pemerintah daerah.

“Mengenai jumlah, soal lokasi dan harga masih akan dilakukan survei terlebih dahulu. Selanjutnya akan kembali panggil dinas terkait, untuk koordinasi dan mengkaji lagi kebutuhan,” tandasnya.

*Kahaba-05/Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. AMAR

    Huuuuh….wajar saja iklim investasi di Bima susah Krn seperti ini…. sedikit sedikit demo bahkan rusuh…tdk ada jaminan kenyamanan dan keamanan investasi…sia2 Pemkot adakan pameran menunjukan pembangunan dan ekonomi kota Bima dan festival teluk Bima…tapi saat investasi dtg mereka malah demo…dan demonya memvonis yg terlalu lebay lagi…apalagi di desain infrastruktur yg d tampilkan di pameran mau bngun mall…org mw bngun minimarket skala nasional az susahnya amit2 dsini apalagi Mall…mimpi kali…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *