Demo di Polda NTB, Mahasiswa Bima Minta Selvy dan EW Dipecat

Mataram, Kahaba.- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Bima Menggugat (ABM) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda NTB, Minggu (9/4). Terkait dugaan amoral oknum anggota DPRD Kota Bima, Selvy Novia Rahmayani dan oknum anggota Polres Bima Kota Brigadir EW.

Mahasiswa Bima saat Demo di Polda NTB. Foto: Dok. ABM

Korlap aksi Dhen Malaka dalam orasinya mengataka, aksi tersebut digelar untuk menggugah rasa keadilan dan mengabarkan kepada masyarakat NTB bahwa di Bima sedang terjadi perselingkuhan hukum dan kekuaasaan, bukan hanya soal kebijakan semata. Tapi, juga muncul persoalan tindakan asusila, amoral dan indispliner yang diperagakan bebas oleh pejabat publik dan pejabat negara.

“Lihat bagaimana mudahnya, oknum anggota dewan dan oknum Polri Brigadir EW serumah berdua, Minggu (9/4) lalu,” sorotnya.

Hebatnya lagi kata dia, mesti sudah tertangkap basah oleh Fita, isteri oknum polisi tersebut dan resmi dilaporkan ke Polres Bima dan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bima. Selvy pun menggunakan jabatan dan kekuasannya dengan melawan.

“Selvy melaporkan Fita ke Polres dengan dugaan melakukan hasutan, penghinaan dan fitnah. Ini sungguh kejahatan dan kezoliman yang terorganisir, sistematis dan masiff,” tukas Dhen kepada media ini.

Lanjutnya, tindakan oknum pejabat ini jelas telah mencoreng harkat martabat, derajat, dan marwah masyarakat Bima. Sejak skandal ini terungkap, Bima selalu menjadi pergunjingan dan obrolan seksi di warung, kantor oleh semua kalangan. Belum lagi pemberitaan media massa lokal maupun nasional.

Ia mengaku, hal-hal inilah  kemudian yang membuat dirinya bersama teman-temannya tergerak hati dan pikiran. Sehingga melakukan unjuk rasa.

“Kami ingin adanya jaminan dan garasi penegakan supremasi hukum yang berazaskan keadilan. Tanpa campur tangan penguasa yang selalu menggunakan kekuaasaanya,” pintanya.

Hal senada pun disampaikan, Yaqub salah serorang orator dari massa aksi ini menuturkan, hari ini di Bima telah terjadi krisis hukum dan keadilan untuk masyarakat kecil.

“Kami ingin orang tahu bahwasannya di Bima hukum dan keadilan sangat mahal dan diperuntukan hanya untuk orang-orang tertentu saja,” ungkapnya.

Meski polisi sudah melakukan penyelidikan dan mendapatkan hasil yang mencengangkan, karena EW dinyatakan positif konsumsi Narkoba. Lagi-lagi kasus ini redup dipublik. Belum lagi Selvy hingga saat ini belum diperiksa baik sebagai terlapor maupun pelapor di Polres dan BK DPRD.

“Ibu dewan itu belum dipanggil lho sampai sekarang. Bahkan, dia masih berlenggak lenggok bebas,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta kepada Polda NTB untuk mengambil alih penanganannya, karena efeknya pun besar. Selain untuk  terwujudnya rasa keadilan, juga untuk keamanan daerah. Karena bisa saja kasus ini memunculkan masalah lain.

“Intinya kami ingin kasus ini segera selesai. Pelakunya dihukum dan dipecat. Karena ini masalahanya pejabat publik yang digaji oleh Negara. Untuk menjadi pelayan dan pengayom masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya pun meminta kepada SBY dan TGB untuk memecat Selvy dari anggota DPR maupun sebagai kader Partai Demokrat. Mumpung pak SBY dan pimpinan DPP Demokrat, juga TGB dan pengurus DPD Demokrat NTB berada di Mataram.

“Untuk itu kami minta SNR Dipecat saja. Ingat kalau ini dibiarkan Jangan harap Demokrat akan menang di Pilkada 2018 dan Pileg juga Pilpres 2019,” ancamnya.

Setelah bergantian melakukan orasi, kemudian perwakilan massa  aksi pun dipersilahkan masuk ke ruangan. Perwira tinggi Polda pun berdialog dengan massa aksi. Dialog tersebut berjalan sekitar 20 menit.

Selain di Polda, massa aksi yang terdiri dari organda PERMAPATI (Persatuan Mahasiswa-Pemuda Jati Baru), dan organisasi mahasiswa lain ini juga menggelar aksi ke DPRD NTB dan Kantor DPD Demokrat NTB.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *