Sampah Menumpuk di Gunung Wadu Ntanda Rahi

Kota Bima, Kahaba.- Sampah menumpuk di lingkungan Bedi RT 02 RW 01 Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda, atau tepatnya di kaki gunung Wadu Ntanda Rahi. Jika berkendara dijalan alternatif kaki gunung setempat, pengguna jalan akan terganggu dengan kondisi sampah yang berserakan dan beraroma busuk.

Sampah berserakan di gunung Wadu Ntanda Rahi. Foto: Bin

Warga setempat Chandra mengatakan, sampah yang dibuang masyarakat itu sudah menumpuk dan melebar sampai ke bahu jalan. Padahal bila dilihat, tempat tersebut bukan TPA. Karena berada di bawah kaki gunung, yang merupakan bagian tempat wisata kota.

“Sampah yang menumpuk ini telah saya laporkan ke pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, tapi belum ada respon,” ujar Chandra, Sabtu (13/5).

Dikatakan Chandra, sebagai dinas terkait yang menangani permasalahan sampah, setelah mendapat laporan seharusnya ditindaklanjuti. Sebab bukan hanya dirinya pengendara yang melewati jalan tersebut, banyak masyarakat lain yang beraktifitas.

“Sampah ini sudah menimbulkan bau tidak sedap, juga mengganggu pemandangan kota,” akunya.

Warga lainnya Sri Wahyuni penjual kue sekitar area Taman Ria menambahkan, aroma sampah itu mempengaruhi jumlah pelanggaan yang mampir untuk menyuruput kopi dan makanan.

“Semenjak sampah menumpuk, pelanggan semakin berkurang. Aroma tidak sedap, membuat pandangan tidak menyenangkan. Semoga dinas terkait cepat menangani hal ini,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan H. Fakhrunrazi yang dimintai klarfikasi akan secepatnya merespon keluhan masyarakat, dan akan menindaklanjuti dengan mengerahkan armada untuk mengangkut dan membersihkan sampah tersebut.

“Kami akan tinjau lokasi, sekaligus mengirim armada mobil kebersihan untuk membersihkannya hari ini langsung,” janjinya.

Diakui Fakhrunrazi, masalah sampah juga harus ada peran serta masyarakat. Karena selama ini tugas membersihkan bukan saja pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran dan tidak membuang sampah sembarangan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *