Pemkot Bima Studi Tiru Pengelolaan Masjid di Batam

Batam, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima mengunjungi Kota Batam untuk studi tiru pengelolaan masjid. Rencananya, kunjungan tersebut nanti akan diterapkan kepada Masjid Terapung Amahami yang saat ini tengah dibangun oleh Pemerintah Kota Bima.

Masjid Jabal Arafah Kota Batam. Foto: dananwahyu.com

Kunjungan tersebut dihadiri oleh sejumlah Kepala SKPD, Kapolres Bima, Dandim 1608 Bima, Kepala Kejari Bima, Kepala Pengadilan Negeri Bima, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua FUI Bima, akademisi dan para tokoh agama serta tokoh masyarakat Kota Bima.

Studi tersebut meniru Masjid Jabal Arafah Kota Batam. Masjid berlantai tiga itu kini sudah menjadi icon di kota itu. Bangunannya yang megah, serta aktifitas ibadah masyarakat yang terbilang padat. Seperti pengajian, ceramah agama, serta beragam aktifitas ekonomi dan studi.

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar menjelaskan, tujuannya ke Batam yakni untuk belajar tentang pengelolaan masjid karena pemerintah kota Bima sedang mendirikan Masjid Terapung. Sebab, FKUB Kota Bima juga telah mengeluarkan rekomendasi, berdasarkan hasil kesepakatan semua unsur seperti unsur agama, ormas Islam, Polres dan Dandim. Kesbang dan Kesra tentang pembangunan Masjid Terapung tersebut.

“Salah satu poin penting kita datang ke sini, yakni untuk perkembangan masjid yang dikaitkan dengan proses pembangunan Masjid Terapung di Kota Bima,” ujarnya.

Pertemuan jajaran Pemkot Bima dengan pengurus Masjid Jabal Arafah. Foto: Bin

Sebab, kata dia, masjid itu bukan semata – mata untuk ibadah, selain menjadi ikon daerah, sekaligus sekaligus untuk wisata breligi serta beragam aktifitas positif dan keagamaan yang ada didalamnya. Sementara Masjid Jabal Arafah, telah menjadi masjid yang populer karena kemegahannya dan aktifitas keagamaannya. Begitupun aktifitas ekonomi yang ada didalam kawasan masjid. Mampu menjadi daya tarik sendiri orang selesai menjalankan ibadah.

“Kita sudah melihat sendiri Masjid Jaba Arafah. Keberadaannya juga didukung dengan fasilitas lain seperti, kantin, stand souvenir, perpustakaan, Ballroom. Bahkan rencananya akan dibangun Hotel Syariah,” jelasnya.

Menurut Eka, keberadaan Masjid Jabal Arafah tersebut bisa diadopsi untuk Masjid Terapung Amahami. Apalagi letak Masjid Terapung tersebut mudah dijangkau, berada di area pariwisata dan ekonomi cepat tumbuh. Maka, hasil kunjungan tersebut sangat berpotensi untuk bisa dilaksanakan di Kota Bima.

Ditanya kenapa tidak melaksanakan studi tiru pada wilayah yang memiliki Masjid Terapung? Eka menjelaskan, pihaknya tidak kali ini saja melaksanakan studi soal Masjid Terapung. Sebelumnya, FKUB Kota Bima telah studi ke Masjid Terapung Ujung Pandang, kemudian ke Manado dan Sumatera Utara. Setelah melihat beberapa contoh Masjid Terapung dibeberapa daerah, pihaknya kemudian menerbitkan rekomendasi bersama untuk pembangunan Masjid Terapung Amahami.

“Tentu setelah melihat keberadaan Masjid Jabal Arafah di Kota Batam ini. Kami FKUB ini akan mengusulkan ke Pemkot Bima, apa saja yang bisa diadposi untuk Masjid Terapung Amahami,” tandasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *