Tiru Pariwisata dan Pendidikan, Pemkot Bima Studi ke BTP

Batam, Kahaba.- Bermaksud mengembangkan pendidikan dan pariwisata di daerah, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menyambangi Batam Tourism Polytechnic (BTP). Kegiatan dalam rangka studi tiru itu disambut dengan baik oleh jajaran BTP.

Rombongan Pemkot Bima berpose di depan kampus BPT. Foto: Bin

Kedatangan rombongan dari Pemkot Bima juga diwakili oleh tiga Ketua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Bima. Masing – masing Ketua STIE Bima Firdaus, Ketua STKIP Bima Amran dan Ketua STISIP Mbojo Bima, Gufran. Pemerintah juga membawa serta dinas terkait seperti Kepala Dinas Pariwisata H. Sukri dan Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H. Alwi Yasin.

Pada kegiatan tersebut, rombongan diberikan informasi soal pengembangan dunia pariwisata dari sisi managemen pariwisata. Yang awalnya dimulai pada penguatan SDM dengan mendirikan perguruan tinggi pariwisata.

Ketua Yayasan BTP Tirta Mulyadi menjelaskan, awal mereka mendirikan kampus tersebut karena melihat tidak ada kampus yang berstandar internasional di Batam. Terutama yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Setelah melakukan sejumlah penelitian, hasilnya ditetapkan tiga jurusan atau SDM yang harus dikembangkan. Yaitu managemen kuliner, manajemen divisi kamar dan manajemen makanan serta minuman.

“Tiga jurusan itu merupakan jurusan yang sangat dibutuhkan oleh pengembang pariwisata di Batam. Selain sangat dibutuhkan jurusan ini sangat berpotensi untuk membuka peluang usaha sendiri,” jelasnya.

Ia mencontohkan seperti jurusan manajemen divisi kamar, selain menjadi petugas pembersih kamar mahasiswa juga bisa menjadi konsultan. Sebab mahasiswa nanti akan diajarkan ilmu untuk menata ruangan.

Kemudian mahasiswa juga memiliki kemampuan untuk menghitung kebutuhan bahan, tenaga dan waktu membersihkan kamar. Disamping itu juga tahu apa saja obat-obat yang dibutuhkan untuk membersihkan lantai dan karpet.

“Peluang usaha ini juga tidak terlepas dari memajukan dunia pariwisata,” urainya member gambaran.

Untuk mendidikan mahasiswa sambungnya, ada tiga hal yang harus ditekankan. Yaitu kemampuan, rasa dan kreatif. Kreatif ini sangat penting, sebab dengan ilmu yang dimiliki mereka bisa berkembang lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, banyak pertanyaan yang dilontarkan rombongan. Seperti yang disampaikan Lurah Pane A Faruk. Ia menayakan soal pengolahan makanan yang menggunakan alkohol atau tidak. Sebab bagi sebagi kaum muslim, penggunaan alkohol itu diharamkan.

“Saya juga alumni pariwisata, hal ini masih menjadi peredebatan. Sebab kami tidak mau menggunakan alkohol,” tegasnya.

Tirta menjawab siswa tidak perlu mengkonsumsi alkohol, mereka cukup tahu saja. Untuk menggantinya, mereka cukup menggunakan sirup.

“Kami juga mengembangkan wisata yang halal. Sebab tidak semua orang juga mengkonsumsi alcohol,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Feri Sofiyan menuturkan, menambahkan pembelajaran ini sangat bagus. Sebab pendidikan dan dunia pariwisata bagai dua sisi mata uang. Dengan adanya studi tersebut, semua mengetahui bagaimana cara pengembangan dunia pariwisata. Pariwisata itu maju bukan hanya keindahan alam dan budaya saja, tapi faktor pendidikan.

“Apalagi dunia pendidikan bisa fokus mengembangkan wisata. SDM ini lah yang akan menunjang majunya pariwisata,” katanya.

Usai acara, rombongan diajak untuk melihat fasilitas kampus. Dimulai dari mengunjungi ruang praktek kamar dengan fasilitas penataan kelas bintang lima. Kemudian semua fasilitas pendukung didalamnya menggunakan sistem elektronik.

Rombongan juga diajak untuk melihat ruang laboratorium manageman makanan dan minuman. Tamu diajak untuk mengolah dengan takaran yang pas kemudian mencicipi hasil karya mahasiswa.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *