Berkunjung ke Negeri Pantun, Pemkot Bima dan Tanjung Pinang Siap Bekerjasama

Tanjung Pinang, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima mengunjungi Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (14/5). Kunjungan tersebut dalam rangka membangun silahturahim dan menyelaraskan program untuk kemajuan dua daerah tersebut.

Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofiyan saat menyampaikan sambutan pada kunjungan di Pulau Tanjung Pinang. Foto: Bin

Kunjungan itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan bersama dengan Kapolres Bima Kota, Kejari, Ketua Pengadilan, Ketua MUI Provinsi NTB, Ketua MUI Kota Bima, para akademisi, sejumlah Kepala SKPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Sekda Kota Tanjung Pinang Rionzo mengawali sambutan menyampaikan selamat datang kepada rombongan. Ia menyampaikan ucapan terimakasih karena telah hadir di Tanjung Pinang dan ingin membangun kerjasama dibeberapa sektor untuk kemajuan dua daerah tersebut.

Pada kesempatan itu dirinya juga menyampaikan profil singkat daerah Tanjung Pinang. Daerah tersebut merupakan daerah baru, berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2001. Tanjung Pinang berada di Pulau Bintan. Pada pulau tersebut terdapat 3 pusat pemerintahan. Masing-masing Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan, dan Ibukota Kepulauan Riau Kota Tanjung Pinang.

Kata dia, bicara Tanjung Pinang tidak lepas dari Pulau Penyengat. Pulau Penyegat merupakan pusat kerajaan Melayu dulu. Bahkan dalam sejarahnya, ada masjid peninggalan sejarah yang dibangun menggunakan putih telur. Di Pulau Penyengat juga banyak makam raja-raja yang terkenal di Nusantara.

“Pulau Penyengat cukup terkenal. Saking terkenalnya bahkan ada filosofi, jangan mengaku sudah ke Tanjung Pinang jika belum shalat di Masjid Pulau Penyengat,” tuturnya.

Rionzo juag menjelaskan, jumlah pendudukan di Kota Tanjung Pinang saat ini sekitar 254.00 jiwa dan luas daerah 239 meter persegi. Sementara untuk PAD setahun sebanyak Rp 116 Miliar. Sumber PAD lebih banyak dari PBB dan pariwisata.

Di tempat yang sama, Walikota Tanjung Pinang H. Lis Darmansyah dalam pidato singkatnya mengatakan, di tahun terakhirnya memimpin, pemerintah terus bergerak dan menata daerah. Semua bekerja keras untuk memberikan perhatian pada pembangunan daerah.

Wajah Tanjung Pinang dulu diakuinya tidak seperti ini, karena  pemerintahan sekarang terus fokus memberikan pelayanan, maka segala sektor digenjot. Bahkan, kantor Lurah saja dibangun dengan lantai 2. Masyarakat diberikan kenyamanan dan penerimaan pelayanan.

“Demikian juga pembenahan-pembenahan disegala sektor. Terus kita genjot untuk kemakmuran masyarakat. Jika pemerintah Kota Bima berkenan, kami siap bekerjasama. Dengan saling mengadopsi program unggulan untuk kemajuan daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofiyan saat menyampaikan sambutan juga mengawali dengan bercerita singkat tentang profil Kota Bima. Kota yang baru berusia 15 tahun itu kini telah berkembang dengan segala dinamikanya.

“Daerah kami juga mungkin sama dengan Tanjung Pinang. Hanya saja tidak berkembang seperti Ibu Kota Kepulauan Riau,” tuturnya.

Menyambut keinginan kerjasama antar dua daerah tersebut, Feri pun menyambut dengan gembira. Karena Kota Bima juga dalam perkembangannya perlu mengadopsi hal – hal baik yang sudah berkembang di daerah lain, termasuk di Kota Tanjung Pinang.

Feri menambahkan, kunjungan tersebut dalam rangka mencari ilmu dan pengalaman, untuk bisa diterapkan di Kota Bima. Untuk itu, pihaknya mengajak sebagian besar kepala SKPD, untuk melihat dan mengamati. Begitupun Akademisi, agar bisa memberi masukan yang konstruktif untuk kemajuan daerah Kota Bima.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *