Disnakertrans Ajak Elemen Tarik Pekerja Anak Kembali ke Dunia Pendidikan

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB melaksanakan kegiatan pelatihan, melalui Program Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (PPA-PKH). Acara yang dihelat di Losmen Komodo Senin (15/5) tersebut dihadiri perwakilan SKPD terkait, Koordinator Shelter Irwan Satrawan, Kepala UPTD. Balai Pengawasan PKH Pulau Sumbawa Edi Ramlan, serta 90 anak kategori Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang putus sekolah.

Kegiatan Disnakertrans Provinsi NTB pelaksanaan kegiatan PPA-PKH 2017. Foto: Eric

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB melalui Kabid Pembinaan, Pengawasan dan Ketenagakerjaan H. Darman menjelaskan, anak merupakan bagian terpenting masa depan bangsa, karena mereka adalah calon generasi penerus yang kelak akan menjadi pemimpin.

Namun kondisi saat ini, banyak anak usia sekolah berumur 13 hingga 17 tahun yang bekerja berbagai profesi. Bahkan yang terburuk sekalipun, bisa dilihat bekerja di rumah tangga orang, buruh dan pekerjaan kasar lainnya.

“Melalui kegiatan pelatihan ini, kami mengajak semua elemen untuk bersatu. Menarik anak dari dunia kerja, karena seharusnya mereka bersekolah, agar mengeyam dunia pendidikan yang layak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini pula kata dia, Kementerian Ketenagakerjaan menginginkan komitmen bersama seluruh pihak. Mengajak seluruh pemerintah Kota dan Kabupaten untuk bersama bekerja keras, mendukung terlaksananya PPA-PKH.

“Mari kita bekerjasama, menarik pekerja anak yang berkerja menopang kebutuhan keluarga dari tempat bekerja. Agar bisa dikembalikan ke dunia pendidikan, guna menciptakan generasi penerus bangsa yang mandiri, berkualitas dan berdaya saing,” pintanya.

Darman menambahkan, ada dua faktor yang menyebabkan anak menjadi pekerja di usia sekolah. Yaitu faktor langsung berupa resiko dan bahaya dalam lingkungan dan jenis pekerjaan yang digeluti, serta faktor tidak langsung yang mempengaruhi sistem dan kondisi mental anak, ekonomi, sosial dan budaya.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah, terhadap anak yang putus sekolah dan yang telah bekerja dibawah umur. Sehingga memberikan motivasi kepada anak yang telah putus sekolah, diberikan pendampingan dan pembinaan di shelter untuk dibina agar dikembalikan ke dunia pendidikan.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *