Figur Muda Ini Siap Tantang Incumbent Rebut EA 1

Kota Bima, Kahaba.- Diantara deretan figur populer dengan prestise mentereng yang mendaftar sebagai Bakal Calon Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima di sejumlah partai politik, terdapat nama figur muda yang menegaskan diri siap bertarung di kancah Pilkada Kota Bima 2018 mendatang.

Nasaruddin Ibrahim. Foto: Abanasawpi

Namanya Nasarudin Ibrahim. Pria berusia 37 tahun asal Kelurahan Rabadompu Barat ini cukup menghentak publik atas keputusannya untuk maju sebagai Bakal Calon Walikota Bima. Bahkan, Ia siap menantang incumbent (petahana) dan tokoh politik lain untuk memperebutkan ‘Kursi EA 1’ Kota Bima.

Akrab dipanggil Abanas. Figur muda ini memang bukanlah politisi, mantan pejabat, pengusaha, apalagi tokoh politik terkenal. Latar belakangnya hanya sebagai Wartawan media lokal di Kota Bima.

Namun, selama hampir 17 tahun menjalani profesi sebagai ‘kuli tinta’, rasanya tak ada yang menyangsikan popularitas Abanas. Pengalaman organisasinya cukup banyak sejak aktif sebagai mahasiswa dan berada di tengah masyarakat.

Tercatat, Ia pernah memimpin organisasi Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) dan kini kembali dipercaya mengendalikan Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bima.

Dalam kesempatan wawancara dengan Kahaba.net, Abanas memastikan keinginannya untuk berkompetisi di Pilkada Kota Bima bukanlah sesumbar belaka. Namun, telah bulat dan didukung banyak keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat.

‘Sebagai bentuk keseriusan, saya sudah mendaftar secara resmi di PBB, Jumat lalu seperti figur lainnya. Selain itu, juga telah ambil formulir di Gerindra, Hanura, PKB, PKPI dan PPP,” ujarnya, Senin (15/5) pagi.

Abanas mengakui, banyak pihak yang menyangsikan keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Bima. Alasan paling banyak didengarnya karena faktor keterbatasan finansial.

Namun, motivasinya untuk maju bukan sekedar soal menang dan kalah, tapi ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa pemuda juga punya potensi, berani bersaing dan tidak ciut dengan tokoh berduit.

“Yang terpenting lagi, tampilnya saya karena punya hak politik sebagai warga untuk dipilih dan memilih. Saya juga memenuhi syarat dan aturan membuka ruang,” jelasnya.

Setidak-tidaknya kata Abanas, masyarakat dan para pemuda harus diberikan pembelanjaran demokrasi yang sehat. Bahwa siapapun bisa tampil di Pilkada asal ada kemauan. Tidak semata meletakkan finansial sebagai indikator untuk mendukung dan memilih figur.

“Ini bukan bicara menang dan kalah, itu urusan belakang. Ketentuan Allah kita tidak tahu. Jika Dia sudah berkehendak siapa yang bisa melarang,” ujarnya yakin.

Saat ini, Abanas terus blusukan dan bersosialisasi ke masyarakat untuk menggalang dukungan. Komunikasi dengan partai politik dan sejumlah figur yang siap membantunya juga terus dibangun.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *