Tolak Hasil Seleksi, BMPK Desak Kepala Dinas PMDes Dicopot

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Protes terhadap indikasi kecurangan proses seleksi perangkat desa di Kabupaten Bima kian mengemuka sejak kemarin. Di Kecamatan Madapangga, hasil penjaringan dan seleksi perangkat desa ditolak peserta seleksi. Mereka juga mendesak Bupati Bima mencopot Kepala Dinas PMDes Kabupaten Bima karena dianggal gagal melaksanakan seleksi.

BMPK Demo di Depan Kantor Camat Madapangga. Foto: Yadien

Aspirasi ini disampaikan puluhan peserta seleksi perangkat desa di Kecamatan Madapangga yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Peduli Keadilan (BMPK) melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Kecamatan Madapangga pada Kamis (18/5) pagi.

Perwakilan massa aksi, M Iksan mendesak Bupati Bima segera mencopot (Non Job-kan) Kepala Dinas PMDes Kabupaten Bima, Andi Sirajudin selaku penyelenggara seleksi. Karena dinilai gagal melaksanakan seleksi perangkat desa secara jujur dan adil.

“Kami mendesak Kepala Dinas PMDes di Non Job-kan karena telah gagal,” desaknya.

Perwakilan massa aksi lainnya, Sahrun secara tegas menolak hasil tes penjaringan perangkat desa karena dinilai ada indikasi kecurangan dalam pelaksanaannya. Ia menyebut, beberapa peserta mendapat bocoran kunci jawaban. Hal ini terlihat dengan adanya peserta yang mendapat nilai 100 karena benar semua.

Menurutnya, hampir disetiap kecamatan yang melaksanakan seleksi dijumpai kejanggalan. Selain adanya kebocoran soal, ada indikasi jual-beli kunci jawaban yang dilakukan peserta dengan pihak tertentu.

“Kami meminta agar Pemkab Bima membatalkan hasil tes dan melakukan tes ulang,” desaknya.

Aspirasi massa aksi ditanggapi Camat Madapangga, Muhammad Safii. Dia berjanji akan menyampaikan tuntutan masa aksi kepada Pemerintah Kabupaten Bima. Mengenai penyelenggaraan, pihak kecamatan hanya menyiapkan tempat seleksi, selebihnya hanya menfasilitasi.

”Kami hanya menfasilitasi, terkait soal dan kunci jawaban itu bukan urusan kami,” katanya.

*Kahaba-C10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *