Provinsi NTB Nilai Petani, Poktan, Lembaga dan Penyuluh Berprestasi

Kota Bima, Kahaba.- Penilaian Petani, Kelompok Tani (Poktan), Lembaga dan Penyuluh Berprestasi Tingkat Provinsi NTB Tahun 2017 untuk Kota Bima digelar, Sabtu (20/5). Tim penilai yang dipimpin oleh H. Putra Jaya dari Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian (BKPP) Provinsi NTB disambut oleh Walikota Bima M. Qurais H. Abidin di lokasi penilai di kantor Balap Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Asakota.

Acara penilaian Petani, Poktan, Lembaga dan Penyuluh Berprestasi. Foto: Hum

Berdasarkan laporan H. Putra Jaya, tim penilai beranggotakan 12 orang yang masing-masing akan menilai kategori yang berbeda. Sementara ada 11 kategori yang dilombakan, yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), petani padi, petani jagung, petani kedelai, kelompok tani komoditi padi, kelompok tani komoditi jagung, kelompok tani komoditi kedelai, kelompok tani sapi, gabungan kelompok tani, dan lembaga balai penyuluhan pertanian.

Untuk berbagai kategori tersebut, Kota Bima diwakili oleh, PPL diwakili Kamaruddin di Kelurahan Ntobo. THL-TBPP diwakili oleh Rizki Andriani. Petani padi diwakili Zainal Arifin dari Kelurahan Sadia. Petani jagung diwakili oleh H. Lukman dari Kelurahan Kolo. Petani kedelai diwakili oleh M. Ali dari Kelurahan Rontu.

Kemudian kelompok tani komoditi padi diwakili oleh Poktan La Cici dari Kelurahan Jatiwangi. Kelompok tani komoditi jagung diwakili oleh Poktan Pasir Putih dari Kelurahan Kolo. Kelompok tani komoditi kedelai diwakili oleh Poktan Sejahtera II dari Kelurahan Rontu. Kelompok tani sapi diwakili oleh Poktan Nggaro Rato Jaya dari Kelurahan Rite. Gabungan kelompok tani diwakili oleh Gapoktan Terpadu dari Kelurahan Mande. Lembaga balai penyuluhan pertanian diwakili oleh BPP Kecamatan Asakota.

Dijelaskannya, kegiatan ini bertujuan memotivasi para petani dan tenaga teknis pertanian untuk terus meningkatkan kapasitas guna pengembangan usaha taninya.

“Kami merasa bahagia karena kehadiran kami disambut sendiri oleh Walikota. Semoga ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk membangun sektor pertanian,” katanya.

Sementara itu, Walikota menjelaskan, pertanian memang merupakan salah satu sektor andalan Kota Bima. Potensi ini didukung oleh Pemerintah Kota Bima dibantu oleh pemerintah pusat, antara lain melalui pembangunan embung di kawasan-kawasan sentra pertanian dan peternakan, pembukaan jalan usaha tani, pembangunan saluran irigasi; pemberian bantuan peralatan maupun bibit serta pendampingan bagi para petani maupun kelompok tani.

Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang mendampingi dinas terkait dalam upaya khusus pertanian. Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Dinas Pertanian Provinsi NTB, khususnya pasca banjir bandang bulan Desember 2016. Saat itu para petani Kota Bima yang terdampak banjir mendapat bantuan bibit dari pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian Provinsi NTB.

“Kami berharap para petani bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola usaha tani. Selama ini petani di Kota Bima didekati melalui pendekatan kelompok untuk diberdayakan,” pintanya.

Menurut Qurais, wadah kelompok tidak hanya dapat dimanfaatkan para petani untuk berkumpul membicarakan masalah pemeliharaan, tetapi juga untuk pertukaran informasi khususnya mengenai modal serta membentuk jaringan pemasaran.

Kelembagaan kelompok tani yang kuat, selain mendapat pengakuan dari pihak lain, juga bisa menjadi agunan dalam mendapat bantuan/kredit dari kreditor dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan untuk memperbesar usahanya.

“Harapan kita bersama, lomba ini dapat menjadi pemacu semangat para petani maupun tenaga teknis pertanian, untuk terus meningkatkan pengetahuan dan inovasinya,” pungkas Walikota.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *