BBC Bima Gelar Event Burung Kicau

Kota Bima, Kahaba.- Bima Bird Club (BBC) mengadakan event kicau burung se-Pulau Sumbawa di Taman Ria Kota Bima, Minggu (21/5). Kegiatan itu menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas dijalur tersebut.

Lomba Kicau Burung di Taman Ria. Foto: Deno

Ketua panitia BBC Irfan mengatakan, event burung kicau dilakukan sekali dalam setahun. Pihaknya pun membuka pendaftaran bagi penggemar burung se-Pulau Sumbawa. Peserta hanya merogoh uang mendaftar sebesar Rp 150 per kelas, dan akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah, piala dan piagam penghargaan.

Pada event ini, pihaknya membuka 20 kelas burung. Diantaranya kelas burung Punglor, Kecial Kombo, Kenari, Love Bird, Kecial Kuning, Anis Merah, Murai, Cucak Ijo, Kacer, Punglor DT, Kecial Kombo DL, Kenari DL, Love Bird DL, Cendet, Cucak Ijo DS, Kacer DS, Kecial Kombo DS, Kenari DS, Love Bird DS, Murai Batu.

“Pada beberapa kelas, kelas burung Murah Batu merupakan kelas yang bergengsi. Selain harganya yang mahal, burung tersebut merupakan burung yang memiliki suara yang bagus. Jadi hanya orang tertentu saja yang miliki burung tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan kelas utama dalam event tersebut sambung Irfan, yakni kelas burung Punglo, Kecial Kombo, Kenari dan Love Bird. Karena di kelas burung ini selain jumlah burung yang banyak, peminatnya juga sangat banyak.

Untuk juri, yang menilai event tersebut merupakan juri yang didatangkan dari luar daerah. Ada yang dari Bali, Lombok hingga dari Jawa. Panitia menilai jika juri dari luar dapat dipercaya dan sportif.

Dirinya pun berharap pemerintah daerah bisa mengakomodir dan melirik kegiatan kicau burung mania ini. Karena peminat kegiatan ini sangat banyak dan bisa membantu ekonomi masyarakat. Karena penjual burung, pakan, dan bahan makanan untuk burung kicau bisa mendapatkan tambahan pendapatan.

Sementara itu, salah satu juri asal Bali Sutoyo mengatakan, pihaknya akan menilai burung dari segi irama burung saat berkicau, gaya tubuh dan sayap burung saat berkicau hingga volume kicau burung saat berada di tangkringan sangkarnya. Kriteria penilaian tersebut merupakan penentu kemenangan burung.

“Biar burung memiliki kicau merdu dan gaya tubuh saat berkicau terlihat bagus, tapi jika tidak melakukannya di atas tangkringan maka burung tersebut tidak mendapatkan nilai,” jelasnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *