Omar, Duta Anak dengan Segudang Prestasi

Kota Bima, Kahaba.- Diusia yang baru menginjak 14 tahun, Muhamad Omar Qilya Al Rizis telah mampu mengharumkan nama Kota Bima ke tingkat nasional. Baru-baru ini, buah hati dari pasangan Aqilzen dan Mariyani ini untuk kedua kalinya menjadi Duta Anak NTB untuk mengikuti kongres anak Indonesia. (Baca. Hebat, Duta Anak Kota Bima Wakili NTB di Tingkat Nasional)

Muhamad Omar Qilya Al Rizis

Tak hanya itu, Omar juga tercatat memiliki sederet prestasi akademik dan ekstrakuriler yang membanggakan. Anak pertama dari empat bersaudara ini menempuh pendidikan di MTsN 1 Kota Bima dan telah selesai mengikuti UNBK. Omar sering dipercaya dalam berbagai kegiatan dan lomba oleh pihak sekolah.

Ia pun mampu membuktikannya dengan meraih banyak prestasi. Seperti Juara 1 pidato bahasa Indonesia tingkat Kota/Kabupaten Bima selama 3 tahun berturut-turut yang dilaksanakan Kementerian Agama, menjadi wakil Ketua OSIS dan Ketua OSIS, Juara 1 lomba debat Bahasa Indonesia se-Kota Bima, Juara 3 lomba cerdas cermat tingkat Kabupaten/Kota Bima .

Kemudian mewakili kota Bima dalam pemilihan duta sanitasi. Serta terpilih menjadi Duta Anak NTB 2015 dalam Kongres Anak Indonesia yang diselenggarakan di Batu, Malang. Pada Tahun 2017 Omar terpilih lagi menjadi Duta Anak NTB dalam Forum Anak Nasional yang diselanggarakan di Riau pada bulan Juli mendatang.

Selain itu, pada bulan Agustus nanti Omar yang akan berada di bangku SMA akan mengikuti Jambore Generasi Hijau bersama beberapa pelajar lain dari seluruh Kabupaten/Kota di NTB di Bontang, Kalimantan timur.

Tidak hanya, itu pelajar yang bercita-cita sebagai Presiden ini juga mengikuti beberapa kegiatan lainnya, seperti Pramuka,OSIS dan lain lain. Omar juga menjabat menjadi Ketua Forum Anak Kota Bima sejak Tahun 2015 hingga sekarang.

Ia aktif dalam beberapa kegiatan, seperti trauma healing bersama Kak Seto pasca banjir bandang di Kota Bima. Kemudian audiensi bersama Walikota dan Wakil Walikota tentang Forum Anak dan permasalahan Anak di Kota Bima. Hingga sosialisasi di sekolah tentang forum anak dan kegiatan untuk mengembalikan permainan tradisional dalam melawan gadget.

Remaja asal Penatoi ini memiliki harapan terhadap seluruh anak Indonesia yaitu selalu berkarya dan berprestasi serta peduli terhadap bangsa kita sendiri karena kita adalah estafet kepemimpinan bangsa.

“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepada kita, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negara. Salam anak Indonesia,” pesan Omar kepada anak Indonesia dengan mengutip ungkapan terkenal.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *