3 Tahun Jadi TKW di Malaysia, Wanita Asal Kambilo ini Tiada Kabar Berita

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setekah meningalkan kampung halaman untuk mengadu nasib menjadi TKW di Malaysia 3 tahun silam, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Kambilo Kecamatan Wawo Hasnah (39) tidak lagi ada kabar berita.

Foto Hasnah ditunjukan oleh pihak keluarga. Foto: Firman

kakak Hasnah, Nurmi mengatakan, adiknya pergi ke Malaysia untuk bekerja sejak tahun 2014lalu. Namun selamaitu, belum juga ada kabar darinya. Selaku keluarga, mereka pun sangat merasa khawatir.

“Kami takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa adik saya. Sudah seringkali kami dihubungi, tapi tak ada kabar,” ungkapnya kepada Kahaba.net, beberapa waktu lalu.

Untuk mencari tahu keberadaan adiknya, berbagai cara pun sudah dilakukan. Termasuk mendatangi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bima sebanyak 3 kali. Namun menurut pihak dinas terkait, Hasnah tidak terdaftar namanya alias kepergiannya secara ilegal.

“Tapi pihak dinas janji akan membantu mencari keberadaan Hasnah,” tuturnya.

Selain ke Dinas Tenaga Kerja, pihaknya juga sudah ke Jakarta bertemu dengan Kementrian Luar Negri (Kemlu) RI dan BNP2 TKI untuk menyampaikan pengaduan. Hasilnya, mereka mendapatkan surat dari KBRI di Malaysia bahwa Hasnah kabur dari tempat kerjanya. Sementara restoran tempatnya bekerja sudah ditutup.

Diakui Nurmi, sebelumnya Hasnah berangkat melalui PT Dien-Dien Berkat yang beralamat di Medan Sumatera Utara. Sementara kantor cabangnya di Bima, beralamat di Rabadompu Kota Bima.

Untuk meminta pertanggungjawaban pihak Agency, Yamin adik korban mengaku telah menghubungi Kepala Kantor Cabang di Bima. Dijanjinya untuk mencari keberadaan Hasnah dengan meminta waktu 2 bulan.

“Itu janjinya tahun lalu. Sekarang, jangankan kakak kami, pemilik Agency tidak tahu kemana keberadaan dan kabar beritanya,” sesal dia.

Yang membuat pihak keluarga sangat khawatir lanjut Yamin, pihaknya mendapat informasi dari teman Hasnah di Malaysia, bahwa kakaknya dalam keadaan memperihatikan. Dia dalam keadaan sakit dan berada di rumah sakit. Sementara rumah sakit mana Hasnah dirawat juga tidak jelas.

Pada tempat yang sama, orang tua Hasnah, Ima (65) berharap Pemerintah Daerah (Pemkab) Bima melalui dinas terkait bisa membantu memulangkan anaknya. Keluarga ingin mengetahui sejauh mana anaknya bekerja.

”Mohon pemerintah bisa membantu kami. Harapannya ada kabar berita. Karena Hasnah sudah sekian lama tidak pulang ke rumah,” ujarnya dengan raut sedih.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *