Dewan Minta Bupati Tunda Pelantikan Perangkat Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman MT meminta kepada Bupati Bima menunda rencana pelantikan perangkat desa hasil seleksi serentak 15 Mei lalu. Sebelum berbagai persoalan terkait indikasi kecurangan diselesaikan baik di Kepolisian maupun di tingkat Legislatif.

Ilustrasi Perangkat Desa. Foto, Web

“Kami minta kepada Bupati jangan paksakan pelantikan perangkat desa itu hingga penyelesaian masalah kebocoran soal dan dugaan jual-beli kunci jawaban diselesaikan,” desaknya, Selasa (23/5) siang.

Menurut Sulaiman, apabila pelantikan perangkat desa hasil seleksi yang diindikasi sarat kecurangan kemarin dipaksakan, dikuatirkan akan menimbulkan arus protes yang kian meluas di tengah masyarakat.

“Saat ini saja, sudah ada beberapa laporan pengaduan di Kepolisian oleh masyarakat. Begitu juga kami turut menerima laporan terkait indikasi kecurangan dalam proses seleksi kemarin,” akunya ditemui di Kantor DPRD setempat.

Sulaiman menilai, dugaan kebocoran soal bukan hanya terjadi pada satu atau dua desa, melainkan seluruh desa yang melaksanakan seleksi. Hal ini didasarkan pada sejumlah temuan dari hasil klarifikasi Komisi I dengan tim penyusun soal, DPMDes dan unsur panitia seleksi.

“Sekali lagi kami meminta kepada Bupati Bima membatalkan rencana pelantikan semua perangkat desa terpilih sebelum persoalan ini diselesaikan,” desak Duta Partai Gerindra ini.

Sulaiman menyebut, wacana soal pembentukan pansus di DPRD kian menguat dan mendapatkan respon positif dari banyak anggota dewan. Sebab, pihaknya melihat ada dugaan pelanggaran yang begitu massif.

“Kita akan segera gulirkan pembentukan pansus di sidang paripurna dan mengharapkan dukungan dari semua anggota dewan,” tuturnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *