Eksekusi Dibatalkan Sepihak, Keluarga Penggugat Kecewa

Kota Bima, Kahaba.- Kekecewaan terlihat dari wajah Fatmah H. Mansyur beserta keluarga di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Selasa (23/5) ketika rencana eksekusi  perkara perdata tanah yang berlokasi di So Kakapi Kelurahan Sambinae (Sekarang Kelurahan Panggi) dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Fatmah dan keluargnya menunjukan dokumen tanah. Foto: Eric

Fatmah didampingi sanak keluarga mengatakan, berdasarkan surat keputusan PN Raba Bima kelas IB Nomor: W25-U31/743/HK.02/V/2017 tercantum tentang pelaksanaan eksekusi perkara perdata No.07/Pdt.G/2013/PN, bahwa pelaksanaan eksekusi akan dilaksanakan pada 23 Mei. Tapi rencana itu justeru ditunda karena alasan belum jelas.

Penundaan tersebut justeru tentu merugikan keluarganya. Bila dirunut kebelakang, perkara tanah itu telah dimenangkannya melalui tingkat PN Raba Bima, Pengadilan Tinggi NTB bahkan keputusan Mahkamah Agung (MA) pada 30 Maret 2015 oleh Majelis Hakim.

“Surat keputusan tiga lembaga tersebut memenangkan saya, lalu apalagi yang membuat PN Raba Bima menunda eksekusi. Bukankah mereka sudah punya perangkat untuk membantu pelaksanaan eksekusi tanah,” sorotnya.

Yang lebih membuat kecewa dirinya bersama keluarga, pihaknya telah membayar biaya adiministrasi untuk pelaksanaan eksekusi, sebagai bentuk prosedur dan mekanisme aturan.

“Saya telah membayar biaya adminstrasi senilai Rp 7 juta, agar pelaksanaan eksekusi dapat dilakukan. Tapi oleh pihak PN Raba Bima justeru menunda, tanpa alasan yang membuat kami puas,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Raba Bima melalui Panitera Kepala HM. Bilal yang coba dimintai klarifikasi enggan berkomentar banyak. Kemudian meminta media untuk keluar dulu, sembari akan melakukan koordinasi.

“Saya akan koordinasikan dulu dengan Ketua PN Raba Bima. Akan memanggil pula para pelapor untuk menghadap. Sehingga penjelasan penundaan eksekusi akan disampaikan nanti,” katanya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Che guevara

    uang rakyat susah itu 7 juta bapak ketua panitera….

    apa itu belum cukup utk melakukan eksekusi….??

    wkt terima uang penggunggat bahagia dan tersenyum…

    ketika diminta bekerja…
    yachhh bekerja lahhhhhhjh….

    hahahhajahah…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *