Besok Ramadan, Hari ini Kelompok Warga Dadibou dan Penapali Bentrok

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tak peduli bulan Ramadan, kelompok warga Desa Dadibou dan Desa Penapali terlibat saling serang di area persawahan dan area tambak sekitar kantor Bupati Bima, Jum’at (26/5).

Bentrok warga Desa Dadibou dan Penapali. Foto: Deno

Informasi yang dihimpun, bentrok dua kubu warga tersebut diduga bermula saat oknum warga Dadibou mengendarai sepeda motor sepulang main bola, kemudian melewati Desa Penapali, Kamis (25/5). Saat itu, oknum warga Dadibou membesarkan suara motor, sewaktu warga Penapali menjalankan ibadah salat magrib.

Warga Penapali yang tidak terima kemudian menegur. Bersitegang kelompok warga tersebut pun terjadi malam itu juga. Kemudian dilanjutkan dengan aksi saling serang pagi tadi.

Beruntung aksi serang kedua kelompok warga itu mampu dihalau pihak kepolisian. Sehingga kedua warga bisa kembali ke pemukiman masing-masing.

Kapolres Bima AKBP Eka Faturrahman terlihat turun langsung ke lokasi bentrok. Terdengar suara tembakan peringatan dan tembakan gas air dari polisi untuk membubarkan bentrok. Kedua kelompok warga akhirnya dibubarkan dari area persawahan dan tambak.

Untuk menjaga terjadinya bentrok susulan, personil Polres Bima disiagakan di area persawahan dan di area tambak.

Pertikaian dua Desa tersebut tak berhenti disitu. Setelah Salat Jumat, bentrok kembali terjadi lagi. Suara letusan senjata di area tambak terdengar bersahutan. Kali ini tidak hanya polisi yang turun, tapi satu pleton TNI juga ikut  membubakarkan bentrok.

Bersitegang yang kedua setelah Salat Jumat akhirnya dihentikan oleh aparat. Polisi dan TNI pun kembali disiagakan di lokasi bentrok.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *