FKUB Kutuk Pelaku Pengeboman Kampung Melayu Jakarta

Kota Bima, Kahaba.- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima mengutuk dengan keras pelaku pengeboman di Kampung Melayu Jakarta kemarin. Tindakan teroris itu dinilai sangat biadab dan dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, suku, ras dan antar golongan (SARA).

Pertemuan Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Lintas Agama di Kantor FKUB Kota Bima. Foto: Ady

Sikap tegas ini disampaikan FKUB bersama para Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Lintas Agama dalam kegiatan Coffe Moorning Ormas Islam dan Tokoh Lintas Agama yang digelar di aula kantor setempat, Jum’at (26/5) pagi.

Kegiatan ini antara lain dihadiri, Ketua FKUB Kota Bima Eka Iskandar Z, Kasdim 1608 Bima Mayor Inf Abdul Haris, Ketua PHDI Kota dan Kabupaten Bima I Wayan Sutha, Ketua FKGK Kota Bima Charles Pangaribuan, Persis Kota Bima Ustad Nimran Yusuf, Tokoh Katolik Clemens, Tokoh Etnis Tionghoa D Wijaya, Pemerhati umat Islam Kota Bima Ustad Sudirman Makka, GMIT Ricard Devretes dan PCNU Kota Bima Mahmud Usman.

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Z yang membacakan hasil rekomendasi pertemuan mengatakan, para tokoh yang hadir mendukung sepenuhnya aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kelompok terorisme yang menghalalkan tindakan pembunuhan keji tersebut.

“Mereka juga sepakat bahwa supermasi hukum harus ditegakkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata dia.

Kasdim 1608 Bima, Mayor Inf Abdul Haris mengatakan, semua insiden yang terjadi pasti ada rangkaian dan hubungannya antar satu sama lain. Antara bom di Mancester Inggris, Philipina dan kejadian bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta.

“Mudah-mudahan kita semua bisa menjaga situasi yang berkembang pada saat ini,” harapnya.

Kemudian Ketua FKGK Kota Bima, Charles Pangaribuan, merasa sangat prihatin dengan kondisi pada akhir-akhir ini. Pihaknya berharap sama-sama bersatu demi terciptanya Kota dan Kabupaten Bima yang kondusif.

“Tadi malam, kami juga melakukan doa bersama di seluruh forum gereja yang ada di Kota Bima agar daerah kita bisa tentram, damai dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kemenag Kota Bima, M Safi’i juga mengutuk kejadian bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta. Tak hanya nama Islam yang dicoreng, tetapi juga mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Belum lagi kejadian di daerah yakni perkelahian antar kelompok warga dari dua kampung sangat disesalkan, karena hanya dipicu masalah sepele.

“Semuanya kita kembalikan ke iman seseorang. Apabila kecerdasan spiritual dan iman itu baik insyaAllah masalah yang kecil tidak akan berimbas sampai perkelahian antar kampung dan mengakibatkan korban jiwa,” ujarnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *