Selama Ramadan, Ini Rekomendasi dan Imbauan Ormas Islam

Kota Bima, Kahaba.- Selain menyikapi kasus pengeboman di Kampung Melayu Jakarta, Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Lintas Agama Kota Bima juga membahas persiapan menyambut bulan suci ramadan 1438 Hijriah dalam pertemuan silaturrahmi yang difasilitasi FKUB Kota Bima, Jum’at (26/5) pagi di aula kantor setempat.

Foto bersama Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Lintas Agama di Kantor FKUB Kota Bima. Foto: Ady

Dalam pertemuan ini dihasilkan beberapa poin kesepakatan terkait hal-hal yang harus dijaga bersama selama ramadan. Kesepakatan ini ditandatangani bersama dan menjadi rekomendasi untuk dijalankan sejumlah pihak.

Seperti dijelaskan Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Z. Ada 4 poin rekomendasi Pimpinan Ormas Islam masyarakat Kota Bima. Pertama, mempersilahkan kepada aparat penegak hukum (TNI, POLRI, Sat PolPP) untuk merazia hotel, tempat kos, kafe dan tempat-tempat hiburan malam lainnya demi menjaga kemuliaan bulan suci ramadan.

Kedua, meminta kepada pemilik kafe, rumah makan dan tempat-tempat hiburan umum lainnya untuk tidak membuka kegiatan di siang hari selama bulan suci ramadan. Kecuali pada pukul 17.00 Wita untuk persiapan buka puasa bagi kaum muslimin dan muslimat.

Ketiga, berharap kepada Aparat Keamanan untuk melakukan patroli rutin setiap malam. Merazia anak-anak yang membunyikan kembang api, petasan dan merazia pengguna kendaraan yang menggunakan knalpot bising (reaching).

Keempat, mengimbau para pengurus masjid, langgar dan musholla agar ketika ibadah malam berupa qiraatul quran untuk tidak menggunakan pengeras suara luar di atas jam 23.00 Wita.

Selain itu kata Eka yang juga Ketua PD Muhammadiyah Kota Bima ini, harapan juga disampaikan tokoh lintas agama dalam pertemuan tersebut. Diantaranya, untuk saling menghargai dan menjaga ketertiban umum sehingga membuat suasana ramadan menjadi lebih khusuk bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

Kemudian, mengajak seluruh umat beragama untuk turut serta mengaja stabilitas daerah demi terwujudnya kedamaian antar hidup umat beragama. Selanjutnya, jika diijinkan, maka pemuda lintas agama siap menjaga dan mengawal pelaksanaan sholat taraweh disetiap masjid, langgar, musholla dan surau yang ada se-Kota Bima.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *