Komisi I Undang Para Camat, Telusuri Masalah Seleksi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Dugaan kecurangan dalam proses seleksi perangkat desa terus ditindaklanjuti Komisi DPRD Kabupaten Bima. Senin (29/5) pagi, giliran para Camat se-Kabupaten Bima diundang ke kantor dewan untuk berkoordinasi terkait masalah tersebut.

Wakil Ketua Komisi I PRD Kabupaten Bima, Nurdin Ahmad. Foto: Ady

Wakil Ketua Komisi I PRD Kabupaten Bima, Nurdin Ahmad mengatakan, pihaknya sengaja mengundang para camat untuk rapat koordinasi membahas masalah seleksi perangkat desa.

“Kita mengundang sebagi fungsi pengawasan. Tujuan, untuk mendalami persoalan dan meminta keterangan Camat,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Para camat kata Nurdin Ahmad atau akrab disapa Digon ini, ditanyakan bagaimana proses awal seleksi dan kenapa seleksi harus dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan.

“Hasil keterangan sementara beberapa Camat beralasan, hanya menfasilitasi pelaksanaan seleksi. Kewenangan tetap di Pemerintah Desa,” ujar Digon.

Meskipun dilain pihak lanjut dia, pemerintah desa memberi keterangan berbeda dan mengeluhkan tidak diberikan wewenang dalam proses seleksi perangkat desa. Karenanya, untuk menelusuri lebih jauh informasi tersebut pihaknya juga berencana akan mengundang pemerintah desa dan panitia.

Kemudian keterangan lain yang digali Komisi I jelasnya, yakni terkait laporan para Camat ke Bupati dan Wakil Bupati Bima bahwa pelaksanaan seleksi tidak ada masalah.

“Laporan tidak ada masalah, rasanya tidak mungkin. Apalagi sekarang kasus ini sedang dalam proses hukum dan ditangani Polda NTB. Tidak mungkin tidak ada masalah,” kata Digon.

Sampai Pukul 13.30 Wita, pertemuan Komisi I dengan para Camat masih berlangsung di ruang rapat utama Kantor DPRD. Satu persatu, Anggota Dewan meminta penjelasan kepada Camat terkait dinamika seleksi yang terjadi.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *